Agar Tetap Berjalan, Pemerintah Andalkan Stok Vaksin Covid-19 Sinovac

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 12 April 2021 | 17:22 WIB
Agar Tetap Berjalan, Pemerintah Andalkan Stok Vaksin Covid-19 Sinovac
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Stok vaksin Covid-19 di Indonesia dikabarkan menipis. Hal itu diakui juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi bahwa stok terbatas akibat penundaan pengiriman vaksin AstraZeneca oleh produsen India.

Pemerintah andalkan stok vaksin Covid-19 dari Sinovac agar program vaksinasi tetap berjalan.

"Bulan April ini, jumlah stok untuk vaksin yang seharusnya kita rencanakan adalah 15 juta sampai 21 juta tidak bisa terpenuhi seluruhnya. Karena kita tahu ada 10 juta vaksin dari Astrazeneca yang harusnya sudah komit kita dapatkan dari COVAX facility, kemudian ditunda sampai Mei. Sehingga suplai di bulan April satu-satunya dari Sinovac yang dibuat Biofarma," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Senin (12/4/2021).

Biofarma akan memproduksi bahan baku vaksin Sinovac yang diperkirakan akan selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma Kota Bandung / [Foto: Sekretariat Presiden]
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma Kota Bandung / [Foto: Sekretariat Presiden]

Nadia menyampaikan, produksi tersebut akan menghasilkan sekitar 7 juta sampai 11 juta dosis vaksin. Sehingga, stok vaksin untuk masyarakat yang sudah mendapat suntikan pertama vaksin Sinovac pada Maret bisa diamankan untuk pelaksanaan suntikan dosis kedua.

Nadia menyampaikan bahwa jeda waktu antara dua suntikan vaksin Sinovac hanya 28 hari, baik bagi lansia maupun orang berusia 18-60 tahun. Berbeda dengan orang yang disuntik pertama dengan vaksin AstraZeneca bahwa jeda antar dosis maksimal mencapai 12 minggu atau 3 bulan.

Sehingga meski terbatasnya dosis vaksin Astrazeneca, Nadia memastikan bahwa suntikan kedua akan tetap bisa diberikan. Sebab, menurutnya, vaksin Astrazeneca akan kembali dikirim bulan depan.

"Vaksin Astrazeneca rentang waktu daripada penyuntikan dosis kedua adalah 12 minggu artinya 3 bulan. Maka kita masih punya cukup waktu untuk kemudian menerima kembali vaksin Astrazeneca. Jadi tidak perlu khawatir bahwa vaksinasi kedua pasti akan cukup untuk memenuhi dosis kedua," ucapnya.

Selain mengandalkan stok vaksin dari produksi Biofarma, produsen Sinovac juga dijadwalkan masih akan mengirim vaksin Covid dalam bentuk bahan baku pada bulan ini. Setelah itu akan langsung diolah oleh Biofarma.

"Biofarma sendiri sedang memperbesar kapasitas produksi vaksin tersebut dengan menambah satu lagi pabrik untuk vaksin. Jadi insyaAllah setiap bulan akan ada jumlah vaksin yang kita berikan. Di samping itu juga pak Menkes dan Bu Menlu tetap melakukan upaya seperti misalnya komitmen seperti COVAX facility untuk bisa memastikan Astrazeneca bulan Mei dapat betul-betul dilaksanakan. Begitu juga dengan kita tetap mengupayakan untuk negosiasi atau menjajaki vaksin lain yang saat ini memang sudah selesai di uji klinik 3 dan sudah memenuhi standar yang ditetapkan WHO," paparnya.

Indonesia Telah menerima sebanyak 57 juta dosis vaksin Covid-19 sejak awal Desember 2020. Jumlah dosis itu termasuk dalam vaksin jadi maupun bentuk bulk atau bahan baku.Nadia mengatakan, dari bahan baku vaksin yang dikirim Sinivas telah diolah oleh Biofarma menjadi 47 juta dosis.

"Dan kita tahu, sebanyak 24 juta dosis sudah distribusikan. Dari 24 juta dosis itu, 3 juta adalah Sinovac India. Pada awal Januari kita gunakan, kemudian 1,1 juta adalah vaksin Astrazeneca dalam bentuk jadi sudah kita distribusikan juga," tuturnya Nadia menegaskan, pemerintah memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak akan dikurangi ataupun dihentikan. Menurutnya, pemerintah tetap mengupayakan ketersediaan vaksin sesuai dengan stok, maupun yang sudah direncanakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Terbatas, Vaksinasi Covid-19 Akan difokuskan Untuk Lansia dan Guru

Stok Terbatas, Vaksinasi Covid-19 Akan difokuskan Untuk Lansia dan Guru

Health | Senin, 12 April 2021 | 16:16 WIB

Penuhi Kebutuhan Vaksin Dalam Negeri, Mesir Siap Produksi Vaksin Sinovac

Penuhi Kebutuhan Vaksin Dalam Negeri, Mesir Siap Produksi Vaksin Sinovac

Health | Senin, 12 April 2021 | 16:14 WIB

China Berencana Mencampur Vaksin Covid-19 Demi Kemanjuran yang Lebih Baik

China Berencana Mencampur Vaksin Covid-19 Demi Kemanjuran yang Lebih Baik

Health | Senin, 12 April 2021 | 15:18 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB