Seiring Waktu, Terlalu Banyak Asupan Kopi Bikin Tubuh Toleran Kafein

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 21 April 2021 | 12:08 WIB
Seiring Waktu, Terlalu Banyak Asupan Kopi Bikin Tubuh Toleran Kafein
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mengonsumsi kopi berkafein tinggi untuk membuatnya tetap terjaga, bahkan hal ini juga dilakukan pada larut malam saat pekerjaan atau tugas menumpuk.

Namun yang harus disadari adalah, semakin bertambahnya asupan kopi berkafein, akan semakin toleransi pula tubuh terhadap kandungan kopi ini. Pada akhirnya, satu cangkir kopi tidak akan lagi bisa membantu Anda terjaga.

Tubuh bisa menoleransi kafein

Ahli diet dan direktur pengoptimalan klien di Life Time, Anika Christ, mengatakan tubuh dapat membangun toleransi terhadap kafein, seperti halnya dengan banyak zat lainnya.

"Mengembangkan toleransi kafein pada dasarnya berarti bahwa efek stimulasi kafein menjadi kurang terlihat setelah beberapa waktu. Ini karena tubuh Anda menjadi kurang responsif terhadap efeknya," kata Christ, dilansir Cnet.

Tanda seseorang telah mengalaminya adalah saat kafein tidak lagi berdampak pada tubuh Anda, misalnya tidak membuat terjaga atau berenergi.

Ini yang bikin mata melek selama bekerja
Ini yang bikin mata melek selama bekerja

"Tanda lainnya adalah ketika kafein mulai hilang, Anda mulai sedikit pusing," sambungnya.

Waspadai gejala penarikan kafein seperti kelelahan ekstrem, sakit kepala terus-menerus, dan masalah fokus. Jika mengalaminya, itu indikator bahwa mungkin Anda sudah ketergantungan kafein.

Bagaimana kafein bekerja di dalam tubuh?

baca juga

Kafein bekerja di tubuh mirip dengan cara kerja banyak obat, yang cara utamanya adalah antagonis reseptor. Berarti zat yang masuk ke dalam tubuh akan menempel pada reseptor yang dimaksudkan untuk neurotransmitter.

Kafein khususnya adalah stimulan sistem saraf pusat dan antagonis reseptor adenosin. Adenosine adalah neurotransmitter yang menyebabkan kantuk dengan memperlambat aktivitas sistem saraf.

Molekul kafein memiliki struktur adenosin yang hampir identik, jadi saat minum kopi atau minuman berkafein lainnya, senyawa tersebut akan mencegat reseptor yang ditujukan untuk adenosin.

Pada dasarnya kafein menipu reseptor adenosin, kemudian melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan adenosin. Yakni menyempitkan pembuluh darah di otak, meningkatkan aktivitas sistem saraf dan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk menghasilkan epinefrin (adrenalin).

Kafein juga meningkatkan pensinyalan dopamin, yang menjadi alasan mengapa kopi di pagi hari dapat memperbaiki suasana hati seseorang.

Semua perubahan fisiologis tersebut menyebabkan kewaspadaan, terkadang juga kegugupan, setelah mengonsumsi secangkir kopi berkafein.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teh Hijau Versus Kopi, Mana Sumber Kafein yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Teh Hijau Versus Kopi, Mana Sumber Kafein yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 16:47 WIB

Waspada, Ini Tanda Tubuh Anda Sensitif Terhadap Kafein atau Kopi

Waspada, Ini Tanda Tubuh Anda Sensitif Terhadap Kafein atau Kopi

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:15 WIB

Konsumsi Kafein Saat Hamil Dapat Menyebabkan Masalah Perilaku Anak

Konsumsi Kafein Saat Hamil Dapat Menyebabkan Masalah Perilaku Anak

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 18:22 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×