Atta Halilintar Positif Covid-19 dengan CT Value 30 an, Apa Artinya?

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 23 April 2021 | 17:28 WIB
Atta Halilintar Positif Covid-19 dengan CT Value 30 an, Apa Artinya?
Atta Halilintar Positif Covid-19.[Instagram/@attahalilintar]

Suara.com - Youtuber Atta Halilintar mengabarkan bahwa dirinya positif virus corona. Pria berusia 26 tahun itu terus memberikan kabar lewat postingan akun Instagram.

Lewat Instagram Story pada Kamis (22/04/2021), ia mengatakan bahwa CT Value miliknya berada di angka 30 an dan tidak mengalami gejala. "Hari ini CT ku 30 an dan aku tanpa gejala... Semoga cepet sembuh ga turun CT-nya," tulis suami Aurel Hermansyah ini.

Nilai CT atau CT Value adalah jumlah siklus yang dibutuhkan untuk menghasilkan sinyal floresen berdasarkan nilai ambangnya (treshold).

Jika sinyal floresen terdeteksi berdasarkan nilai treshold, artinya ada target asam nukleat atau materi genetik yang cukup untuk dinyatakan positif virus corona Covid-19.

Sehingga, CT Value dimengerti sebagai penunjuk banyak atau tidaknya jumlah virus yang ada di dalam tubuh. Semakin tinggi angkanya, biasanya semakin sedikit jumlah virus di tubuh seseorang.

Atta Halilintar positif COVID-19
Atta Halilintar positif COVID-19

Dikutip dari India Today, semua pasien dengan CT Value sama dengan atau kurang dari 35 dapat dianggap positif, sedangkan mereka dengan CT Value lebih besar dari 35 dapat dianggap negatif.

Sedangkan pada instruksi kit RT-PCR dari WHO, nilai CT lebih dari 40 bisa dianggap negatif. Sedangkan, nilai CT kurang dari 37 adalah positif.

Pada sebuah penelitian tentang penularan virus corona Covid-19, terdapat perbandingan antara CT Value dengan kultur virus yang menemukan bahwa virus dari sampel dengan nilai CT lebih dari 34 tidak menimbulkan infeksi.

Nilai inilah yang menjadi acuan beberapa dokter untuk menentukan tingkat kemungkinan penularan penyakit dan perlu tidaknya untuk isolasi.

baca juga

Namun demikian, menurut Dr Jameel, Dr Shahid Jameel, Ahli Virologi dan Direktur di Trivedi School of Biosciences, Ashoka University, CT Value memang memberi tahu apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak lebih akurat dan menunjukkan siapa yang lebih menular, akan tetapi tingkat keparahan penyakit tidak memiliki korelasi langsung dengan konsentrasi virus, dan tidak dapat dinilai hanya dari CT Value.

Mengutip dari Fit, ia mengatakan bahwa secara umum terlihat bahwa untuk kasus-kasus di mana penyakitnya serius, konsentrasi virus juga lebih tinggi. Namun, ada juga kasus di mana konsentrasi virus lebih banyak tetapi penyakitnya tidak serius.

Jadi, memiliki CT Value yang tinggi tidak berarti pasien dapat berhenti mengikuti tindakan pencegahan keamanan untuk Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 23 April: Tambah 5.436, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 1.632.248

Update 23 April: Tambah 5.436, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 1.632.248

News | Jum'at, 23 April 2021 | 17:25 WIB

Belajar dari Atta Halilintar, Bagaimana Cara Cegah Reinfeksi Covid-19?

Belajar dari Atta Halilintar, Bagaimana Cara Cegah Reinfeksi Covid-19?

Health | Jum'at, 23 April 2021 | 15:50 WIB

Kena Covid-19 untuk Kedua Kalinya, Atta Sempat Curiga Tertular dari Aurel

Kena Covid-19 untuk Kedua Kalinya, Atta Sempat Curiga Tertular dari Aurel

Jogja | Jum'at, 23 April 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×