Vaksin Pfizer dan Moderna, Ini 4 Efek Samping Baru Pada Tubuh!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 26 Juni 2021 | 15:32 WIB
Vaksin Pfizer dan Moderna, Ini 4 Efek Samping Baru Pada Tubuh!
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar terjadi sebagai respons kekebalan membentuk antibodi. Adapun efek samping suntik vaksin Covid-19 yang paling umum berupa demam, kelelahan dan sakit kepala ringan.

Tapi dilansir dari Express, sebuah studi di JAMA Dermatology telah menghubungkan suntikan vaksin Pfizer dan Moderna dengan efek samping baru yang berupa reaksi kulit.

Studi ini menekankan bahwa reaksi kulit sebagai efek samping vaksin Pfizer ini tergolong jarang terjadi dan biasanya tak perlu dikhawatirkan. Studi ini juga meneliti dampak vaksin Moderna dan Pfizer, sehingga menemukan 4 reaksi utama setelah suntik kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Adapun efek samping yang paling umum setelah suntik vaksin Pfizer dan Moderna adalah ruam dan gatal di tempat suntikan. Beberapa pasien juga melaporkan gatal-gatal dan ruam yang menonjol menyebar di seluruh tubuh.

Selain itu, ada pula pasien yang mengalami pembengkakan atau angioderma yang juga bisa disebut pembengkakan jaringan di bawah kulit setelah suntik vaksin Pfizer dan Moderna.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Penelitian yang dilakukan oleh ahli alergi di Rumah Sakit Umum Massachusett menyimpulkan bahwa reaksi kulit setelah suntik vaksin Pfizer dan Moderna ini cukup jarang terjadi. Hanya 2 persen dari 49.197 orang mengalami reaksi kulit ini setelah vaksinasi.

Studi ini juga menemukan pria lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami reaksi kulit setelah suntik vaksin Pfizer atau Moderna, dibandingkan dengan wanita.

Sekitar 85 persen wanita melaporkan reaksi kulit setelah suntik vaksin Pfizer maupun Moderna. Sedangkan pria, hanya ada 15 persen orang yang mengalaminya.

Ahli alergi juga mengalami bahwa beberapa pasien yang mengalami reaksi kulit ini setelah suntikan pertama vaksin Pfizer atau Moderna tidak akan mengalaminya lagi pada suntikan kedua.

baca juga

Sekitar 8 dari 10 orang atau 83 persen orang yang pertama kali mengalami gatal dan ruam setelah suntikan pertama vaksin Pfizer dan Moderna mengalami masalah lebih lanjut.

Penulis utama Lacey B. Robinson, MD, MPH, seorang ahli alergi dan peneliti di MGH, mengatakan reaksi kulit setelah suntikan pertama vaksin Pfizer dan Moderna ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari suntikan kedua vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Daftar Vaksin Covid-19 di RS Happy Land Jogja, Ini Persyaratannya

Cara Daftar Vaksin Covid-19 di RS Happy Land Jogja, Ini Persyaratannya

Jogja | Sabtu, 26 Juni 2021 | 14:41 WIB

Peseta Vaksinasi Polda Lampung Membludak, Warga Tak Kebagian Vaksin COVID 19

Peseta Vaksinasi Polda Lampung Membludak, Warga Tak Kebagian Vaksin COVID 19

Lampung | Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:37 WIB

Kebut Vaksinasi, Presiden Jokowi Minta Pada Agustus 2021 Dua Juta Dosis Vaksin Per Hari

Kebut Vaksinasi, Presiden Jokowi Minta Pada Agustus 2021 Dua Juta Dosis Vaksin Per Hari

Lampung | Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×