Warisan Indonesia, Ini Sejarah Jamu Sejak Zaman Purba Hingga Modern

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 05 Juli 2021 | 11:50 WIB
Warisan Indonesia, Ini Sejarah Jamu Sejak Zaman Purba Hingga Modern
Pencanangan gerakan minum jamu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12).

Suara.com - Sebagai warisan masyarakat Indonesia, kita perlu tahu sejarah jamu dari masa ke masa. Mulai dari sejarah Jamu zaman purba hingga jamu modern seperti saat ini.

Jamu atau obat tradisional berbahan alami jadi warisan budaya masyarakat Indonesia yang patut dibanggakan. Jamu juga kerap jadi minuman andalan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.

Berikut sejarah jamu dari masa ke masa, mengutip buku 'Cerita Jamu' karya Nova Dewi terbitan Yayasan Pikir Buat Nusantara:

Jamu Indonesia 

Pencanangan gerakan minum jamu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12).
Pencanangan gerakan minum jamu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12).

Indonesia negara yang memiliki 16.056 pulau dengan 400 etnis dan etnis juga adalah negara dengan biodiversity tertinggi ketiga dunia.

Dari 40.000 jenis tanaman tropis yang tumbuh di dunia, sekitar 30.000 jenis tanaman tumbuh di Indonesia. Dengan kekayaan alam ini, nenek moyang orang Indonesia sudah terbiasa hidup dekat dengan alam dan memanfaatkan kebaikan alam, penggunaan jamu pun sudah berlangsung berabad-abad lalu.

Awal jamu di zaman purba

Tidak ada catatan yang pasti kapan dimulai tradisi jamu, ada yang meyakini bahwa ramuan herbal telah ada sejak zaman prasejarah zaman neolitikum, di mana manusia pada saat itu menggunakan batu yang diasah untuk bercocok tanam dan berternak.

Pada masa ini manusia purba telah mengolah tanaman untuk kehidupan sehari-hari, termasuk juga untuk pengobatan peninggalan zaman neolitikum dapat dilihat di Museum Nasional Jakarta.

baca juga

Kata jamu sendiri berasal dari kata jampi dalam bahasa Jawa yang artinya doa dan usaha, yang berarti kesehatan.

Tradisi jamu juga telah berlangsung lama di kerajaan-kerajaan di Jawa yang dalam perkembangannya, juga mendapat pengaruh kebudayaan asing seperti Arab India dan Cina

Cerita jamu di Borobudur

Produk herbal yang dijual di pasaran (Dok. Dailywell)
Sejarah jamu. (Dok. Dailywell)

Salah satu bukti tertua tentang jamu bisa dilihat di Candi Borobudur candi Buddha yang termasuk dalam UNESCO World heritage yang dibangun pada abad 8 hingga 9 Masehi.

Di Candi ini tercatat ada penggunaan jamu pada salah satu relief batunya, ada gambar daun Kalpataru yaitu pohon mitologis yang kekal abadi sedang ditumbuk untuk dijadikan campuran jamu kesehatan dan kecantikan perempuan.

Jamu di era kolonial dan pendudukan Jepang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Herbal untuk Penderita Covid-19, Gejala Ringan Perlu Diperhatikan

Herbal untuk Penderita Covid-19, Gejala Ringan Perlu Diperhatikan

Sulsel | Minggu, 04 Juli 2021 | 09:02 WIB

Pandemi Jadi Momen yang Pas Kalau Milenial Mau Cari Cuan

Pandemi Jadi Momen yang Pas Kalau Milenial Mau Cari Cuan

Bisnis | Jum'at, 02 Juli 2021 | 10:18 WIB

Ahli Herbal Riau Ungkap Ramuan Bantu Tangkal Covid-19, Ini Cara Buatnya

Ahli Herbal Riau Ungkap Ramuan Bantu Tangkal Covid-19, Ini Cara Buatnya

Riau | Rabu, 30 Juni 2021 | 14:44 WIB

Terkini

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:19 WIB

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×