WHO Rekomendasi Obat Baru yang Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati, Lilis Varwati

Rabu, 07 Juli 2021 | 10:00 WIB
WHO Rekomendasi Obat Baru yang Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman perawatan pasien Covid-19 dengan memasukkan obat penghambat reseptor interleukin-6 untuk bisa digunakan. 

Menurut WHO, obat tersebut bisa menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 dengan kondisi sakit parah atau kritis, terutama bila diberikan bersama kortikosteroid. 

Temuan tersebut berdasarkan meta-analisis prospektif dan jaringan hidup yang diprakarsai oleh WHO, analisis obat terbesar hingga saat ini. Data diambil dari lebih 10.000 pasien yang terdaftar dalam 27 uji klinis. 

Penghambat reseptor interleukin-6 itu disebut menjadi obat pertama yang efektif melawan Covid-19 sejak kortikosteroid  direkomendasikan oleh WHO pada September 2020. 

Pasien Covid-19 yang sakit parah atau kritis sering mengalami reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan pasien. Fungsi obat penghambat interleukin-6, seperti tocilizumab dan sarilumab, bertindak untuk menekan reaksi berlebihan tersebut.

WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)
Ilustrasi Covid-19. (Shutterstock)

Dikutip dari situs resmi WHO, meta-analisis jaringan prospektif dan hidup menunjukkan bahwa pada pasien yang sakit parah atau kritis yang diberikan obat tersebut bisa mengurangi kemungkinan kematian sebesar 13 persen, dibandingkan dengan perawatan standar. 

Hal itu diprediksi ada 15 ancaman kematian per seribu pasien dan 28 ancaman kematian per seribu pasien kritis bisa dicegah. 

"Obat-obatan ini menawarkan harapan bagi pasien dan keluarga yang menderita dampak buruk dari Covid-19 yang parah dan kritis. Tetapi penghambat reseptor IL-6 tetap tidak dapat diakses dan tidak terjangkau oleh sebagian besar dunia," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs resmi WHO.

Lantaran akses terhadap obat penghambat reseptor IL-6 itu tidak merata diseluruh dunia, Tedros meminta agar distribusinya diprioritaskan terhadap negara yang kesulitan mendapat stok vaksin covid, terutam di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

baca juga

Untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan produk-produk tersebut, WHO meminta produsen untuk menurunkan harga dan menyediakan pasokan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama selama pandemi Covid-19 sedang melonjak. 

WHO juga mendorong perusahaan untuk menyetujui perjanjian lisensi sukarela non-eksklusif yang transparan menggunakan platform C-TAP dan Medicines Patent Pool, atau untuk mengabaikan hak eksklusivitas.

Selain itu, dikatakan bahwa WHO telah meluncurkan pernyataan minat  untuk prakualifikasi produsen penghambat reseptor interleukin-6. Prakualifikasi produk inovator dan biosimilar bertujuan untuk memperluas ketersediaan produk yang terjamin kualitasnya dan meningkatkan akses melalui persaingan pasar dan menurunkan harga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang, Kini Rawat 5.904 Orang

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang, Kini Rawat 5.904 Orang

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:43 WIB

Viral Video Nakes 'Tepar' Usai Kubur Jenazah Pasien COVID-19 di Ciamis

Viral Video Nakes 'Tepar' Usai Kubur Jenazah Pasien COVID-19 di Ciamis

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:16 WIB

Ini Jenis Obat COVID 19 Diizinkan BPOM, Ivermectin Masih Uji Klinis

Ini Jenis Obat COVID 19 Diizinkan BPOM, Ivermectin Masih Uji Klinis

Sumsel | Rabu, 07 Juli 2021 | 07:35 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×