Array

Kendalikan Nafsu Makan, Peneliti Bikin 'Gembok' Gigi Agar Tak Bisa Sering Nyemil

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Minggu, 11 Juli 2021 | 11:50 WIB
Kendalikan Nafsu Makan, Peneliti Bikin 'Gembok' Gigi Agar Tak Bisa Sering Nyemil
'Gembok' Untuk Gigi. (Dok: Otago University)

Suara.com - Banyak orang seringkali sulit untuk mengendalikan nafsu makan. Bahkan tidak jarang seorang merasa lapar, sesaat setelah mengonsumsi makanan.

Kabar baiknnya, University of Otago dan peneliti dari Inggris telah mengembangkan perangkat penurun berat badan pertama di dunia yang terbuat dari perangkat magnetik untuk membantu memerangi obesitas secara global.

Perangkat intra-oral yang disebut DentalSlim Diet Control dipasang pada gigi belakang atas dan bawah dan menggunakan “perangkat magnetik dengan baut pengunci unik yang dibuat khusus”.

Perangkat ini hanya memungkinkan mereka yang memakainya untuk membuka mulut sekitar 2mm, sehingga membatasi mereka hanya untuk mengonsumsi cairan.

'Gembok' Untuk Gigi. (Dok: Otago University)
'Gembok' Untuk Gigi. (Dok: Otago University)

Namun, orang masih dapat berbicara dan bernapas secara normal dengan perangkat menyala.

“Untuk memperjelas, maksud dari perangkat ini tidak dimaksudkan sebagai alat penurunan berat badan yang cepat atau jangka panjang; melainkan ditujukan untuk membantu orang-orang yang perlu menjalani operasi dan yang tidak dapat menjalani operasi sampai mereka kehilangan berat badan, ”kata Universitas Otago dalam sebuah Tweet.

“Setelah dua atau tiga minggu mereka dapat melepaskan magnet dan perangkatnya dilepas. Mereka kemudian dapat mengalami menstruasi dengan diet yang tidak terlalu dibatasi dan kemudian kembali menjalani pengobatan. Ini akan memungkinkan pendekatan bertahap untuk menurunkan berat badan yang didukung oleh saran dari ahli gizi.”

Menurut rilis media dari University of Otago, peserta dalam uji coba berbasis Dunedin mampu menurunkan rata-rata 6,36 kilogram dalam waktu dua minggu dan termotivasi untuk melanjutkan upaya penurunan berat badan mereka.

Peneliti utama, Pro-Wakil Rektor Ilmu Kesehatan Universitas Otago Profesor Paul Brunton mengatakan perangkat itu akan menjadi alat yang efektif, aman, dan terjangkau bagi orang yang memerangi obesitas.

Baca Juga: Kopling Mobil Lengket? Tak Perlu ke Bengkel, Begini Trik Mengatasinya

Meskipun dipasang oleh dokter gigi, pengguna dapat melepaskan perangkat dengan alat yang dirancang khusus dalam keadaan darurat dan dapat dipasang dan dilepas berulang kali.

“Hambatan utama bagi orang untuk berhasil menurunkan berat badan adalah kepatuhan dan ini membantu mereka membangun kebiasaan baru, memungkinkan mereka untuk mematuhi diet rendah kalori untuk jangka waktu tertentu. Ini benar-benar memulai prosesnya,” kata Profesor Brunton.

“Ini adalah alternatif non-invasif, reversibel, ekonomis dan menarik untuk prosedur bedah. Faktanya adalah, tidak ada konsekuensi yang merugikan dengan perangkat ini.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI