Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 21 Juli 2021 | 16:00 WIB
Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]

Suara.com - Saat ini, vaksin Covid-19 telah terbukti efektif mengatasi virus corona Covid-19 dengan mengurangi tingkat keparahan infeksi, jumlah kasus rawat inap dan menurunksn risiko kematian.

Suntik vaksin Covid-19 memang bisa menimbulkan sejumlah efek samping, seperti kelelahan, demam, rasa sakit dan pegal di area lengan yang disuntik. Tapi, beberapa orang mungkin mempertanyakan efek jangka panjang vaksin Covid-19.

Karena, banyak orang ragu suntik vaksin Covid-19 akibat efek samping langka yang meliputi miokarditis, radang jantung, pembekuan darah dan komplikasi neurologis.

Tapi, para ilmuwan dan pakar medis terus mendukung bahwa vaksin Covid-19 ini aman digunakan untuk menurunkan risiko infeksi virus corona Covid-19.

Pada dasarnya, mereka menegaskan bahwa kalau manfaat vaksin Covid-19 lebih besar daripada risikonya, termasuk efek jangka panjangnya.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Karena dilansir dari Times of India, vaksin Covid-19 ini sudah melalui banyak penelitian, pengembangan dan uji klinis yang sama seperti vaksin lainnya. Vaksin Covid-19 ini berfungsi memperkuat pertahanan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi.

Beberapa jenis vaksin Covid-19 telah terbukti efektif dan mampu memberikan perlindungan terhadap virus corona dalam jangka panjang. Hasil evaluasi terbaru menunjukkan vaksin mRNA yang menggunakan menggunakan prototipe untuk membuat fragmen tidak berbahaya yang mirip dengan protein virus corona lebih kuat daripada vaksin Covid-19 lainnya.

Saat ini, ada lebih banyak vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan dan para ilmuwan juga sedang mengembangkan vaksin Covid-19 yang bisa melawan semua jenis varian virus corona.

Meski begitu, ada efek samping jangka panjang yang bisa dialami beberapa orang setelah suntik vaksin Covid-19. Efek jangka panjang itu termasuk sindrom Guillain-Barre, pembekuan darah, miokarditis atau anafilaksis.

baca juga

Sebagian besar efek samping itu muncul beberapa minggu setelah vaksinasi. Karena itu, muncul beberapa argumen orang yang anti-vaksin bahwa vaksin Covid-19 tidak aman digunakan dalam jangka panjang.

Karena, vaksin Covid-19 dipercaya bisa mengubah DNA genetik atau menyebabkan perubahan signifikan yang berdampak pada tubuh. Tapi faktanya, penggunaan vaksin Covid-19 relatif lebih aman daripada obat-obatan.

Obat-obatan cenderung membawa beberapa efek samping dan risiko keamanan serta perlu digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama bila diperlukan. Sedangkan, vaksin Covid-19 haya disuntikan sekali dan menimbulkan efek samping singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:40 WIB

Percepat Pembelajaran Tatap Muka, Anak Perlu Dapat Vaksin Covid-19

Percepat Pembelajaran Tatap Muka, Anak Perlu Dapat Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 13:13 WIB

Pakar: Varian Delta Penyebab 80 Persen Kasus Baru Covid-19 di AS

Pakar: Varian Delta Penyebab 80 Persen Kasus Baru Covid-19 di AS

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 10:18 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×