alexametrics

Alert! WHO Ingatkan Dunia Akan Masuk ke Gelombang Infeksi Pandemi Covid-19 Baru

Bimo Aria Fundrika
Alert! WHO Ingatkan Dunia Akan Masuk ke Gelombang Infeksi Pandemi Covid-19 Baru
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus [Foto: Antara]

Direktur Jenderal WHO menyalahkan distribusi vaksin yang tidak merata di seluruh dunia.

Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus baru-baru ini mengeluarkan peringatan bagi warga dunia. Menurut kepala WHO, badai masalah yang sempurna telah memicu gelombang baru virus corona di seluruh dunia.

Dia mengeluarkan peringatan kepada anggota Komite Olimpiade Internasional di Tokyo menjelang pembukaan pertandingan pada hari Jumat.

Direktur Jenderal WHO menyalahkan distribusi vaksin yang tidak merata di seluruh dunia. Kegagalan global untuk berbagi vaksin, tes dan perawatan telah memungkinkan inkubasi mutasi baru, katanya.

Pasien COVID-19 memakai alat bantu oksigen menunggu untuk mendapatkan tempat tidur perawatan di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pasien COVID-19 memakai alat bantu oksigen menunggu untuk mendapatkan tempat tidur perawatan di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Hasilnya adalah ketidakseimbangan yang mengejutkan antara populasi yang divaksinasi yang terbuka dan mereka yang tidak divaksinasi jatuh ke dalam penguncian tanpa akhir, kata kepala WHO.

Baca Juga: Anggota Rombongan Positif COVID-19, Arsenal Batal Hadapi Inter Milan di Florida Cup

Perbedaan vaksin di seluruh dunia menutupi “ketidakadilan yang mengerikan,” tambahnya.

Kepala WHO melanjutkan , "Ini bukan hanya mengusik moral, ini juga merugikan diri sendiri secara epidemiologis dan ekonomi."

Dia menambahkan, semakin lama pandemi berlangsung, semakin besar konsekuensinya.

"Pandemi adalah ujian dan dunia sedang gagal."

Dia memperingatkan bahwa "19 bulan memasuki pandemi, dan tujuh bulan sejak vaksin pertama disetujui, masyrakat dunia sekarang berada pada tahap awal gelombang infeksi dan kematian lainnya".

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta Rabu 21 Juli: Positif 5.904, Sembuh 10.558, Meninggal 82

Tedros juga memperingatkan bahwa ancaman global pandemi tidak akan mereda sampai semua negara dapat mengendalikan penyakit tersebut.

Komentar