WHO Serukan Moratorium Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Kalau Buat Nakes Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 05 Agustus 2021 | 16:15 WIB
WHO Serukan Moratorium Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Kalau Buat Nakes Indonesia?
Nakes di Medan mulai disuntik vaksin Covid-19 dosis ketiga. [dok: RSUP Adam Malik]

Suara.com - Masih belum meratanya distribusi vaksinasi Covid-19 di banyak negara, membuat Organisasi Kesehatan Dunia menyerukan moratorium atau menghentikan vaksin booster dosis ketiga Covid-19 setidaknya akhir September.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak negara-negara dan perusahaan yang mengendalikan pasokan dosis untuk segera mengubah arah dan memprioritaskan negara-negara yang kurang kaya.

Ini untuk mengatasi ketidakadilan drastis dalam distribusi dosis antara negara kaya dan miskin. Demikian seperti dilansir dari France24.

Lantas bagaimana dengan pemberikan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan di Indonesia?

Ilustrasi Vaksin dan Nakes
Ilustrasi Vaksin dan Nakes

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan akan tetap berjalan.

"Tetap diberikan. Moratorium untuk negara-negara yang punya vaksin dan diberikan untuk masyarakat umum," kata Nadia saat dihubungi suara.com, Kamis, (5/8/2021).

Selain itu, menanggapi rencana pemberian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga untuk masyrakat umum, Nadia juga mengatkan akan menunggu rekomendasi lebih lanjut.

"ini nanti kita tunggu lebih lanjut dari publikasi ilmiahnya dan rekomendasi lebih lanjut dari WHO,"kata Nadia.

Israel bulan lalu mulai meluncurkan vaksin booster untuk usia di atas 60-an, dan Jerman mengatakan Selasa akan mulai menawarkan dosis ketiga vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dua suntikan mulai September.

baca juga

Inggris akan menawarkan 32 juta warganya dosis ketiga mulai awal September, dan Prancis juga merencanakan peluncuran suntikan booster untuk orang tua dan orang dengan gangguan kekebalan mulai awal musim gugur.

Tedros mengatakan pada konferensi pers bahwa dia mengerti mengapa negara-negara ingin melindungi warganya dari varian virus Delta yang lebih menular, yang pertama kali diidentifikasi di India.

 "Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global menggunakan lebih banyak lagi, sementara orang-orang yang paling rentan di dunia tetap tidak terlindungi," katanya.

“Kami membutuhkan pembalikan yang mendesak, dari sebagian besar vaksin masuk ke negara-negara berpenghasilan tinggi, ke sebagian besar ke negara-negara berpenghasilan rendah.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbedaan Efek Covid-19 pada Orang yang Divaksinasi dan Tidak

Perbedaan Efek Covid-19 pada Orang yang Divaksinasi dan Tidak

Kaltim | Kamis, 05 Agustus 2021 | 15:10 WIB

Perlu Kamu Tahu: Perbedaan Efek Covid-19 pada Orang yang Divaksinasi dan Tidak

Perlu Kamu Tahu: Perbedaan Efek Covid-19 pada Orang yang Divaksinasi dan Tidak

Tekno | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Percepat Vaksinasi Untuk Remaja, Dinas Kesehatan Bantul Ajukan 170 Ribu Dosis Sinovac

Percepat Vaksinasi Untuk Remaja, Dinas Kesehatan Bantul Ajukan 170 Ribu Dosis Sinovac

Jogja | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×