facebook

China Kasih Izin Campur Vaksin Covid-19 Demi Lawan Varian Delta

Bimo Aria Fundrika
China Kasih Izin Campur Vaksin Covid-19 Demi Lawan Varian Delta
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Keputusan ini diambil karena penyebaran varian Delta yang cepat menimbulkan kekhawatiran tentang kemanjuran vaksin yang diproduksi di dalam negeri.

Suara.com - Regulator obat China telah menyetujui uji coba vaksin Covid-19 campuran pertama di negara itu. Demkian kata sebuah perusahaan yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Keputusan ini diambil karena penyebaran varian Delta yang cepat menimbulkan kekhawatiran tentang kemanjuran vaksin yang diproduksi di dalam negeri.

Uji coba akan menguji kemanjuran menggabungkan vaksin "tidak aktif" yang dibuat oleh Sinovac China dengan yang berbasis DNA yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Inovio.

Ilustrasi Vaksin dan Nakes
Ilustrasi Vaksin dan Nakes

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Advaccine Biopharmaceuticals Suzhou, mitra uji coba Inovio di China.

Baca Juga: Istri Gitaris Dewa Putu Adhi Kesakitan di Rumah Sakit, Diselamatkan Mualaf China

Seperti dilansir dari France24, uji coba praklinis telah menemukan bahwa dua aplikasi vaksin yang berbeda menghasilkan respons imun yang lebih kuat dan lebih seimbang. Hal itu diungkapkan ketua Advaksin Wang Bin dalam pernyataannya.

Ada beberapa jenis vaksin Covid, termasuk vaksin yang menggunakan virus yang tidak aktif atau dilemahkan untuk menghasilkan respons kekebalan, dan vaksin berbasis RNA atau DNA yang lebih canggih yang menggunakan versi rekayasa dari kode genetik virus corona untuk membuat protein yang aman. memicu respon imun.

Lima dari tujuh vaksin yang disetujui di China adalah vaksin inaktif dua suntikan.

Kemanjuran vaksin yang telah diterbitkan tertinggal dari tusukan RNA oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang memiliki tingkat keberhasilan pra-Delta di atas 90 persen.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan masih belum cukup data untuk mengatakan apakah menggunakan dua vaksin yang berbeda secara bersamaan aman atau dapat meningkatkan kekebalan.

Baca Juga: Dukung TKA China, Ferdinand: Daripada yang Masuk Cuma Tukang Jual Dalil? Bikin Rusuh..

Inovio belum mempublikasikan data kemanjuran apa pun dari uji klinis globalnya. Ini adalah vaksin berbasis DNA pertama yang diuji coba di China.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar