Hati-hati dan Wajib Waspada Ini 3 Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Nyamuk!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 22 Agustus 2021 | 07:30 WIB
Hati-hati dan Wajib Waspada Ini 3 Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Nyamuk!
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay)

Suara.com - Nyamuk salah satu binatang berukuran kecil yang bisa menyebabkan berbagai penyakit mematikan yang ditularkan melalui vektor. Bahkan nyamuk termasuk di antara binatang paling mematikan di dunia, karena sudah menewaskan lebih dari 7 lakh orang setiap tahunnya.

Ada beberapa jenis nyamuk yang bertindak sebagai vektor untuk menularkan penyakit berbeda pula. Misalnya, nyamuk Aedes yang bisa menyebabkan chikungunya, demam berdarah, filariasis limfatik, demam rift valley, demam kuning, dam zika.

Nyamuk Anopheles yang bisa menyebabkan malaria dan filariasis limfatik. Lalu, nyamuk culex yang bisa menyebabkan ensefalitis, filiariasis limfatik, dan demam west nile.

Berikut ini dilansir dari The Hans India, beberapa penyakit mematikan yang disebabkan oleh nyamuk.

Ilustrasi nyamuk (Freepik/jcomp)
Ilustrasi nyamuk (Freepik/jcomp)

1. Malaria

Nyamuk anopheles betina merupakan vektor utama penyakit malaria yang berkembang biak di genangan air hujan dan genangan air, kolam dasar sunga, saluran irigasi, rembesan, lubang, sawah, sumur, tepi kolam, aliran lambat dengan tepi berpasir. Nyamuk ini biasanya menggigit ketika senja dan fajar.

2. Dengue

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang biasanya penderita menunjukkan gejalanya setelah 3 hingga 14 hari terinfeksi. Gejala penyakit dengue termasuk demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, muntah, nyeri otot, dan ruam kulit. Masa pemulihan penyakit dengue bisa memakan waktu 2 hingga 7 hari.

Selain itu, dengue juga bisa berkembang menjadi demam berdarah sebagai bentuk masalah kesehatan yang lebih parah. Gejalanya berupa pendarahan di bawah kulit dan muntah terus-menerus.

baca juga

3. Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan dari nyamuk ke manusia. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam.

Dalam banyak kasus, pasien akan membaik dalam waktu seminggu. Tapi, terkadang nyeri sendi akibat chikungunya bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Beberapa gejala chikungunya biasanya mirip dengan virus zika dan demam berdarah, sehingga sulit didiagnosis. Karena itu, pemeriksaan medis menyeluruh sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi 6 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Ampuh dan Efektif

Rekomendasi 6 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Ampuh dan Efektif

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 10:51 WIB

5 Tanaman Ini Ternyata Ampuh Mengusir Nyamuk!

5 Tanaman Ini Ternyata Ampuh Mengusir Nyamuk!

Your Say | Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Bisa Kebal 1 Tahun, Ilmuwan Temukan Pencegahan Malaria

Bisa Kebal 1 Tahun, Ilmuwan Temukan Pencegahan Malaria

Tekno | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 12:26 WIB

Terkini

Kirab Bendera Pusaka di Monas Jadi Magnet Warga, Ada yang Datang Sejak Pagi

Kirab Bendera Pusaka di Monas Jadi Magnet Warga, Ada yang Datang Sejak Pagi

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Tak Hanya Pelajar, ASN DKI Jakarta Juga Diperbolehkan WFH Besok

Tak Hanya Pelajar, ASN DKI Jakarta Juga Diperbolehkan WFH Besok

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Bikin Merinding! No Na Nyanyikan Tanah Airku Rayakan HUT RI, Diminta Dibawakan Saat FIFA ASEAN Cup

Bikin Merinding! No Na Nyanyikan Tanah Airku Rayakan HUT RI, Diminta Dibawakan Saat FIFA ASEAN Cup

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:09 WIB

HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga

HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:09 WIB

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:55 WIB

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

×