Gerakan Indonesia Melawan Osteoporosis: Lansia Harus Aktif Bergerak

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:41 WIB
Gerakan Indonesia Melawan Osteoporosis: Lansia Harus Aktif Bergerak
Gerakan Indonesia Melawan Osteoporosis di Ancol, Sabtu (23/10/2021). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Mencegah meningkatnya osteoporosis, sekaligus memperingati Hari Osteoporosis Nasional 2021, digelar gerakan Indonesia melawan osteoporosis.

Gerakan ini diinisiasi oleh Perkumpulam Warga Tulang Seluruh Indonesia (Perwatusi) dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), yang disahkan langsung oleh Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/10/2021).

Acara ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit osteoporosis sebagai pembunuh diam-diam atau silent killer, karena tidak bergejala sampai penderitanya benar-benar mengalami osteoporosis.

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Hal ini menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga perwakilan Perosi, mengatakan bahwa osteoporosis diperparah dengan kondisi pandemi yang membuat orang jadi malas beraktivitas dan bergerak di dalam rumah.

"Mengkhawatirkan sekali insiden osteoporosis ini akan meningkat dengan pesat gara-gara pandemi ini. Kita ingin sadarkan dan edukasi osteoporosis sangat berbahaya, dan mencanangkan gerakan Indonesia melawan osteoporosis," ujar dr. Andi saat ditemui Suara.com di lokasi peluncuran gerakan Indonesia melawan osteoporosis.

Gerakan Indonesia Melawan Osteoporosis  di Ancol, Sabtu (23/10/2021). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Gerakan Indonesia Melawan Osteoporosis di Ancol, Sabtu (23/10/2021). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Acara ini melibatkan 3.000 peserta, terdiri dari lansia dan dewasa muda yang mengikuti senam osteoporosis secara virtual, yang dipimpin langsung oleh Spesialis Olahraga dr. Ade Tobing, SpKO.

Senam osteoporosis meliputi stretching alias pemanasan, bagian inti, dan cooling atau pendinginan. Olaharga ini bisa membuat pengikisan kalsium pada lansia terjadi secara perlahan.

Lewat gerakan ini juga, kata dr. Andi, harapannya lansia tidak lagi dikucilkan selama pandemi Covid-19 karena takut tertular corona, yang membuat mereka jadi tidak bisa keluar rumah dan leluasa beraktivitas.

"Kita harapkan lansia harus tetap bergerak aktif di rumah untuk melakukan senam osteoporosis ini," pungkas dr. Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Faktor Risiko Osteoporosis yang Wajib Diketahui

6 Faktor Risiko Osteoporosis yang Wajib Diketahui

Bogor | Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:24 WIB

Lansia Tertua Berusia 102 Tahun di Kota Tegal Ikuti Vaksinasi Covid-19

Lansia Tertua Berusia 102 Tahun di Kota Tegal Ikuti Vaksinasi Covid-19

Foto | Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Menabung Kalsium Bisa Cegah Osteoporosis, Begini Penjelasannya

Menabung Kalsium Bisa Cegah Osteoporosis, Begini Penjelasannya

Health | Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB