Vanessa Angel Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Ini Cara Sampaikan Kabar Duka ke Anak

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Kamis, 04 November 2021 | 17:50 WIB
Vanessa Angel Suami Meninggal dalam Kecelakaan, Ini Cara Sampaikan Kabar Duka ke Anak
Vanessa Angel. (Instagram @vanessaangelofficial)

Suara.com - Vanessa Angel dan suaminya Bibi Ardiansyah dikabarkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang, Jawa Timur siang tadi, Kamis (4/11/2021).

Kabar duka ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemarnya. Terlebih kecelakaan tersebut juga melibatkan putra semata wayang keduanya Gala Sky Ardiansyah.

Foto mengenai kondisi putra Vanessa Angel ini beredar di media sosial. Diunggah oleh pebisnis asal Surabaya Tom Liwafa di akun Instagramnya, saat ini Gala tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Nganjuk, Jawa Timur. 

Menurut lelaki yang dikenal sebagai Crazy Rich Surabaya tersebut, Gala didampingi oleh sang istri, karena pengasuhnya yang juga selamat dari kejadian tersebut harus dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. 

Vannesa Angel dan suami, Febri Adriansyah [instagram]
Vannesa Angel dan suami, Febri Adriansyah [instagram]

"Sahabat semua, Gala memang mengalami luka memar di bagian mata, nanun Insya Allah kondisi baik dan sudah dalam keadaan sadar," tulisnya dalam Instagram Story. 

Dilansir Unicef, reaksi seorang anak terhadap kematian orang yang dicintai tentu akan bervariasi tergantung pada usia dan pengalaman hidup mereka sebelumnya.

Anak di bawah usia 5 tahun sering tidak mengerti bahwa kematian itu permanen dan mungkin bertanya apakah orang yang telah meninggal akan kembali. 

Mereka mungkin menunjukkan perilaku lain seperti menempel pada pengasuh mereka atau menunjukkan beberapa perilaku regresif seperti mengompol. Perilaku ini sangat umum dan biasanya akan berhenti setelah beberapa waktu berlalu.

Untuk memberitahu kabar duka perihal orangtua mereka yang meninggal dunia, yang terpenting adalah tidak menyembunyikan dan menunda kebenaran. Wajar jika banyak keluarga ingin melindungi anak-anak yang baru saja kehilang, tetapi yang terbaik adalah jujur. 

baca juga

Memberitahu anak apa yang terjadi juga akan meningkatkan kepercayaan mereka pada pengasuh selain orangtua mereka dan membantu mereka mengatasi kehilangan orang yang mereka cintai dengan lebih baik.

Cobalah untuk menemukan tempat yang aman dan tenang untuk berbicara mereka dan pikirkan apa yang akan dikatakan. Mintalah anak-anak untuk duduk bersama. Jika itu adalah anak kecil dan mereka memiliki benda, mainan, atau selimut favorit yang ingin mereka bawa, biarkan mereka memilikinya. 

Bicaralah perlahan dan sering-seringlah berhenti, untuk memberi mereka waktu untuk memahami, mengelola perasaan sendiri. Psikolog Dr. Lisa Damour mengatakan sebaiknya orang dewasa memilih cara yang hangat dan lembut.

"Lalu mengatakan, "Aku punya berita yang sangat menyedihkan untuk dibagikan. (Ibumu, ayahmu, kakekmu atau siapapun orang terdekat) telah meninggal. Itu berarti tubuhnya berhenti bekerja, dan kita tidak akan bisa melihatnya lagi.' Mungkin sulit bagi orangtua untuk menggunakan bahasa langsung seperti itu, tetapi ingat, penting untuk jujur dan transparan," jelasnya.

Orang dewasa perlu memberi anak waktu untuk menyerap informasi ini. Anak kecil mungkin bereaksi dengan tampak tidak mendengarkan. Bersabarlah dan tunggu perhatian mereka. 

Juga bersiaplah untuk anak-anak yang lebih kecil untuk menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, baik pada saat ini maupun pada hari-hari dan minggu-minggu mendatang.

Periksa apakah ada pemikiran "ajaib". Beberapa anak mungkin khawatir bahwa mereka mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyebabkan kematian. Anak-anak dari segala usia mungkin merasa bersalah, jadi periksalah untuk melihat apakah mereka merasa bertanggung jawab dengan cara apa pun.

Orang dewasa juga dapat bertanya, ”Apakah kamu khawatir Ayahmu meninggal karena apa yang kamu katakan atau lakukan?” Jelaskan secara sederhana apa yang terjadi dan yakinkan mereka bahwa mereka tidak bersalah. 

"Misalnya, “Kamu tidak melakukan kesalahan. Itu adalah kuman yang membuat Ayah sakit dan menghentikannya bernapas. Dia bisa menangkapnya di mana saja. Tidak ada yang bisa dilakukan siapa pun, dan tidak ada yang bisa disalahkan," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewaskan Vanessa Angel, Ini Daftar Kecelakaan Maut di Ruas Tol Jombang-Nganjuk

Tewaskan Vanessa Angel, Ini Daftar Kecelakaan Maut di Ruas Tol Jombang-Nganjuk

Surakarta | Kamis, 04 November 2021 | 17:25 WIB

Bukan Kantuk, Sopir Vanessa Angel Diduga Main Ponsel hingga Sebabkan Kecelakaan

Bukan Kantuk, Sopir Vanessa Angel Diduga Main Ponsel hingga Sebabkan Kecelakaan

Entertainment | Kamis, 04 November 2021 | 17:22 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Jombang, Plat Nomor Mobil di TKP dan di Foto IG Vanessa Angel Sama

Kecelakaan Maut di Tol Jombang, Plat Nomor Mobil di TKP dan di Foto IG Vanessa Angel Sama

News | Kamis, 04 November 2021 | 17:23 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB