Kasus Gangguan Makan Meningkat, tapi Masih Ada Kalangan Penderita yang Terabaikan, Siapa?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 09 November 2021 | 16:55 WIB
Kasus Gangguan Makan Meningkat, tapi Masih Ada Kalangan Penderita yang Terabaikan, Siapa?
Ilustrasi dampak gangguan makan. [Shutterstock]

Suara.com - Kasus gangguan makan, seperti anoreksia bervosa, bulimia nervosa, atau gangguan makan berlebih, di kalangan anak muda melonjak tidak lama setelah pandemi virus corona Covid-19 terjadi.

Satu studi peer-review menunjukkan masalah ini meningkat 15% pada 2020 di kalangan anak muda di bawah 30 tahun. Sementara orang-orang yang memang sudah didiagnosis dengan gangguan makan menjadi lebih buruk selama pandemi.

Peneliti percaya penyebab peningkatan ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti adanya tekanan emosional serta banyaknya waktu yang anak muda habiskan di untuk bermain media sosial.

Gangguan makan sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja dan di usia berapa saja, tetapi hingga kini masih ada kelompok yang terabaikan. Tetapi pandemi Covid-19 'membuka' hal itu.

Dilansir The Conversation, berikut kelompok anak muda yang dapat mengalami gangguan makan tetapi biasanya terabaikan:

1. Kalangan laki-laki

Penelitian tentang diagnosis gangguan makan selama ini berfokus pada perempuan. Hal ini menyulitkan dokter, keluarga, dan pasien untuk mengenali gangguan makan pada laki-laki.

Padahal studi terbaru menunjukkan bahwa setengah dari semua kasus gangguan makan merupakan laki-laki, termasuk yang masih remaja.

Gangguan makan, suatu pola perilaku makan bermasalah yang mencakup pola makan, melewatkan makan, dan perasaan malu, tetapi semua itu tidak memenuhi kriteria dalam diagnosis gangguan makan, semakin banyak dialami atlet pria.

baca juga
ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)
ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)

2. Kalangan minoritas dalam gender dan seksual

Studi terbaru juga menemukan bahwa gangguan makan lebih sering terhadi di kalangan remaja yang minoritas secara seksual dan gender. Hal ini diduga terkait dengan tingkat ketidakpuasan terhadap tubuh, stigma, dan viktimisasi pada kelompok ini.

Psikolog percaya bahwa bias dan diskriminasi yang dihadapi remaja gay, biseksual dan transgender, dapat meningkatkan stres, pikiran negatif, hingga mengisolasi diri. Inilah yang memicu ketidakpuasan terhadap tubuh mereka sendiri dan gangguan makan.

3. Pemuda dengan bobot normal

Banyak gangguan makan tidak berhubungan dengan tubuh kurus. Artinya, penderita bisa mengalami komplikasi medis serius terkait gangguan makan, terlepas dari ukuran tubuh mereka.

Misalnya, remaja penderita anoreksia nervosa atipikal. Mereka memiliki ketakutan intens mengalami kenaikan berat badan atau kegemukan, sehingga akan melakukan apa saja untuk mencegah kenaikannya, namun mereka tidak kekurangan berat badan.

Tetapi, mereka berisiko mengalami kekurangan gizi parah dan gejala vital berbahaya, seperti detak jantung yang lambat secara tidak normal atau tekanan darah rendah.

Sama halnya dengan penderita bulimia nervosa, yang akan makan berlebihan kemudian memuntahkan makanan secara paksa atau menggunakan obat pencahar untuk menghindari penambahan berat badan. Kelompok ini juga bisa memiliki indeks massa tubuh normal.

Namun, penderita bulimia nervosa ini dapat menderita kelainan elektrolit dalam tubuhnya dan masalah pencernaan parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sama-Sama Gangguan Makan, Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Sama-Sama Gangguan Makan, Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

Jogja | Senin, 08 November 2021 | 18:05 WIB

Sama-sama Gangguan Makan, Ketahui Beda Anoreksia dan Bulimia

Sama-sama Gangguan Makan, Ketahui Beda Anoreksia dan Bulimia

Health | Jum'at, 05 November 2021 | 15:02 WIB

Jerinx SID Tak Mau Makan akibat Kena Body Shaming, Bahayanya Bisa Bikin Gangguan Makan

Jerinx SID Tak Mau Makan akibat Kena Body Shaming, Bahayanya Bisa Bikin Gangguan Makan

Health | Jum'at, 17 September 2021 | 20:45 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×