Kenapa Tulisan Dokter Sering Sulit Dibaca? Ahli Ungkap Sebabnya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 17 November 2021 | 17:15 WIB
Kenapa Tulisan Dokter Sering Sulit Dibaca? Ahli Ungkap Sebabnya
Ilustrasi dokter dan pasien. (Shutterstock)

Suara.com - Saat pergi untuk berobat ada satu hal yang umumnya disadari banyak orang, yakni bahwa tulisan dokter sulit dibaca. Biasanya tulisan itu terdapat di kertas diagnosis atau saat merespkan obat.

Hal itu seringkali juga membuat masyarakat umum bertanya-tanya. Lantas, kenapa sebenarnya tulisan dokter sulit dibaca?

Dikutip dari ANTARA, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS. mengatakan, semakin cepatnya layanan yang dilakukan seorang tenaga kesehatan, hal itu tidak diimbangi kecepatan jari dalam menulis resep.

"Seorang tenaga kesehatan memiliki volume layanan yang cepat, maka kecepatan berpikir tidak dimampu kecepatan jari jemarinya sehingga kadang penulisannya begitu teramat indah, susah dibaca masyarakat," ujar dia dalam webinar bertema "Peran Digitalisasi Dalam Mengembangkan Inovasi dan Bisnis di Industri Farmasi".

Ilustrasi dokter (stock image)
Ilustrasi dokter (stock image)

Meski demikian, hal itu biasanya diatasi oleh apoteker.
Biasanya mereka akan tetap melakukan validasi atas resep yang diterima pada dokter yang meresepkan obat.

Mereka pun akan memberikan edukasi kepada pasien terkait dosis obat dan petunjuk konsumsi hingga pasien paham dan meninggalkan ruang komunikasi di instalasi farmasi.

Kini seiring perkembangan teknologi dalam industri kefarmasian, pemberian resep dilakukan secara digital. Pasien bahkan bisa mengetahui jenis obat yang diminum termasuk petunjuk konsumsinya.

Dalam hal ini, ada keuntungan lainnya yakni kemungkinan meminimalisir bias, kesalahan dalam pembacaan resep oleh apoteker.

Kemudian, sama halnya pada keadaan konvensional, apoteker pun melakukan komunikasi dengan dokter untuk mengkonfirmasi atau memberikan rekomendasi yang menyebabkan perubahan pada resep elektronik.

baca juga

"Jadi tetap, kalaupun ada peralihan full antara penggunaan peresepan secara konvensional dengan yang sifatnya electonics bases, maka tetap ada fungsi konfirmasi dan itu dimungkinkan secara teknologi," kata Hermawan.

Dari sisi industri penyedia, platform harus mampu menyediakan fitur verifikasi itu agar tercapainya tepat obat, tepat sasaran, tepat waktu dan tepat penggunaan.

Hermawan menambahkan, perlu ada upaya tambahan yang sebenarnya muncul dalam rantai bisnis industri farmasi yakni sertifikasi dan standardisasi dalam pengemasan dan pengiriman obat.

"Kurir industri farmasi seharusnya tersertifikasi dan punya standard di dalam packing, packaging dan keamanan. Karena ini menyangkut bahan, sediaan farmasi yang sifatnya obat. Tidak bisa disamakan dengan barang lain yang mungkin terpapar udara," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Lama Harusnya Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat di Indonesia?

Berapa Lama Harusnya Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat di Indonesia?

Press Release | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:29 WIB

Telemedicine Makin Diminati, Coba Tebus Resep Obat di Sini

Telemedicine Makin Diminati, Coba Tebus Resep Obat di Sini

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:50 WIB

Alasan Tulisan Dokter Jelek hingga Pekerjaan Paling Dicari di LinkedIn

Alasan Tulisan Dokter Jelek hingga Pekerjaan Paling Dicari di LinkedIn

Lifestyle | Kamis, 05 Desember 2019 | 07:37 WIB

Terkini

Batavia Awal Abad ke-20: Menyusuri Wajah Jakarta Era Kolonial

Batavia Awal Abad ke-20: Menyusuri Wajah Jakarta Era Kolonial

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:00 WIB

4 Rekomendasi Parfum Wanita Aerostreet Tahan Lama, dari Wangi Bunga hingga Manis Vanila

4 Rekomendasi Parfum Wanita Aerostreet Tahan Lama, dari Wangi Bunga hingga Manis Vanila

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi

Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Nonton MotoGP 2026 Makin Hemat! Borong Merchandise Resmi Diskon 20% Pakai BRImo

Nonton MotoGP 2026 Makin Hemat! Borong Merchandise Resmi Diskon 20% Pakai BRImo

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda

Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Minim Menit Bermain di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Kesulitan Menilai 5 Pemain Persija

Minim Menit Bermain di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Kesulitan Menilai 5 Pemain Persija

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Rizky Ridho dan 4 Pemain Timnas Kembali, Persija Punya Modal Besar Hajar PSIM

Rizky Ridho dan 4 Pemain Timnas Kembali, Persija Punya Modal Besar Hajar PSIM

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?

Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Harga Minyak Mentah Merosot saat Cadangan Dunia Terkuras, Ada Apa?

Harga Minyak Mentah Merosot saat Cadangan Dunia Terkuras, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB

×