Pandemi Covid-19 Membuat Teknologi Kesehatan Meningkat Empat Kali Lipat

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 November 2021 | 19:00 WIB
Pandemi Covid-19 Membuat Teknologi Kesehatan Meningkat Empat Kali Lipat
Telemedicine. (Elements Envanto)

Suara.com - Pandemi Covid-19 berdampak nyaris hampir di seluruh sektor. Tapi, di sisi lain, situasi pandemi Covid-19 juga membuat peluang untuk mempercepat transformasi teknologi kesehatan.

Kebijakan protokol kesehatan dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memaksa masyarakat yang sebelumnya menggunakan alayanan atau fasilitas kesehatan secara langsung (offline) menjadi tidak langsung (online).

Associate Dean (External Engagement, UTS Business School) Prof Prabhu Sivabalan mengatakan, pandemi Covid-19 membawa perubahan secara global. Pelayanan kesehatan secara online yang sebelum Covid-19 dinilai tidak normal karena tidak melakukan konsultasi secara fisik, maka saat pandemi Covid-19 menjadi pilihan.

"Sebagian besar konsultasi kesehatan secara online meledak karena orang tidak bisa bertemu secara langsung dengan dokter," kata Prabhu dalam webinar dengan tema Health Tech Prospect In Indonesia, Rabu (24/11).

e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]
e-health aplikasi konsultasi online, konsultasi dokter online [shutterstock]

Menurut Prabhu, pandemi membawa penyesuaian, menggeser pola pikir sehingga layanan kesehatan digital menjadi pilihan masyarakat. Saat ini banyak orang nyaman dengan layanan kesehatan digital. Kondisi demikian, kata Prabhu, meningkatkan pembelanjaan teknologi kesehatan.

"Berkembang empat kali lipat. Ada peluang investasi. Investasi health meningkat di masa pandemi. Sekarang tergantung kita ambil kesempatan," ujarnya.

Ia menambahkan, saat pandemi pembelanjaan kesehatan meningkat 12 kali. Tantangan yang kemudian dihadapi perlu adanya riset dan pengembangan serta dukungan dana publik dan swasta yang akan menjadi indikator keberhasilan teknologi kesehatan.

"Tapi banyak dokter atau tenaga medis meminta dukungan regulasi terkait dengan pengantaran, diagonsis yang dikhawatirkan salah dibanding dengan tatap muka. Diagnosa memakan waktu lama, berulang-ulang dibanding dengan bertemu langsung," paparnya.

Associate Director of Product Halodoc, Michael Andreas mengatakan, populasi penduduk Indonesia sejumlah ratusan juta banyak yang mengakses internet dan telepon pintar.

baca juga

"20 juta orang sudah akses digitak health care. Halodoc marketplace untuk pasien yang mencoba dapat layanan kesehatan. Terkait harga, kami mengikuti regulasi, layanan kami terjangkau oleh customer," kata dia.

Ia menilai, prospek kesehatan digital saat ini masih dimulai. Perlu dukungan pemerintah dan publik untuk perkembangan kesehatan digital.

Former General Secretary PERSI, Lia Gardenia menyebut, meningkatnya pengguna internet dan digital health care sebesar 60 persen menjadi peluang besar.

"Health care ini irisan dari berbagai sektor. Inovasi digital mengubah fasilitas kesehatan. Masyarakat bisa menikmati digital health care," kata Lia.

Menurut Lia, hal yang perlu dirapikan adalah terkait keamanan dari layanan kesehatan digital. Saat ini, digital teknologi dan konsultasi dipayunmgi dengan Permenkes Nomor 20 tahun 2019 tentang Penyelengdaraan Pelayanan Telemedisin Antar Faslitas Kesehatan.

"Untuk diagnosis setahu saya yang kalau diminta digital, butuh alat kesehatan, ada articial inteligen. Sehingga tahu berapa persen ketepatannya. Untuk keamanan saat ini masih perlu sentuhan manusia," paparnya.

Sementara itu Chief of Digital Transformation Ministry of Helth Indonesia, Setiaji mengatakan, Kemenkes memandang bahwa data pasien merupakan data utama untuk menghasilkan beberapa kepentingan mulai dari riset dan analisis.

"Oleh karena itu kami akan melakukan standarisrasi, khususnya elektronik medical record. Pertama dilakukan digitalisasi dengan eletronik digital eletronik. Mudah-mudahan di tahun ini akan meluncurkan stardardisasi tersebut yang menjadi acuan bagi fasilitas kesehatan," kata Setiaji.

Ia menambahkan, tahun depan Kemenkes akan meluncurkan personal health record yang akan menjadi bagian penting dari transformasi kesehatan. Dengan demikian, data medical record akan tersambung dalam personal health record.

"Masyarakat bisa mengetahui rekam jejak kesehatan secara individual yang saat ini ada di fasilitas kesehatan. Ini langkah sangat besar untuk menyamakan dan sama-sama didukung sehingga akan ada basis data yang kuat untuk kepentingan riset dan lainnya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya untuk Bumbu Makanan, Ini 3 Manfaat Jahe Sebagai Obat Alternatif

Tak Hanya untuk Bumbu Makanan, Ini 3 Manfaat Jahe Sebagai Obat Alternatif

Your Say | Rabu, 24 November 2021 | 17:22 WIB

Bertemu Menlu Prancis, Menlu Retno Bahas Kerja Sama di Sektor Kesehatan hingga Pertahanan

Bertemu Menlu Prancis, Menlu Retno Bahas Kerja Sama di Sektor Kesehatan hingga Pertahanan

News | Rabu, 24 November 2021 | 17:16 WIB

Omzet Sempat Turun 90 Persen, Ini Langkah Bakpia Kukus Tugu Jogja Tetap Bertahan

Omzet Sempat Turun 90 Persen, Ini Langkah Bakpia Kukus Tugu Jogja Tetap Bertahan

Lifestyle | Rabu, 24 November 2021 | 16:51 WIB

Terkini

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

×