Ketua IDAI Ingatkan Bahaya Anak Tak Imunisasi: Bisa Cacat Hingga Meninggal Dunia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 29 November 2021 | 16:53 WIB
Ketua IDAI Ingatkan Bahaya Anak Tak Imunisasi: Bisa Cacat Hingga Meninggal Dunia
Ilustrasi imunisasi

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI mengingatkan potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imuniasi (PD3I) pada anak-anak, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Situasi itu bisa terjadi karena cakupan imunisasi dasar anak menurun secara nasional sejak adanya wabah virus corona. Imunisasi dasar bagi anak yang disediakan gratis oleh pemerintah terdiri dari 13 jenis vaksin. Imunisasi itu diberikan sejak anak baru lahir.

Namun, IDAI menemukan hingga 2021 ini cakupan imunisasi secara nasional justru tidak sampai 60 persen. Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yunarso mengatakan, imunisasi dasar bagi anak harus lebih didahulukan daripada vaksinasi Covid-19.

"Imunisasi dasar jangan sampai kita lupakan karena memburu vaksinasi Covid-19. Karena ketika vaksinasi itu sudah menjadi program pemerintah, maka biasanya yang dicegah adalah termasuk PD3I yang bisa menyebabkan kecacatan atau meninggal," kata dokter Piprim dalam webinar IDAI, Senin (29/11/2021).

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Dok. IDAI)
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Dok. IDAI)

Berbeda dengan Covid-19 yang risiko kematian pada anak terbilang rendah, lanjut dokter Piprim. Sementara infeksi PD3I itu juga bisa menyebabkan anak alami kecacatan seumur hidup ataupun meninggal.

"Kalau dibandingkan seperti difteri, campak, polio ini justru sebaliknya jauh lebih berbahaya. Walaupun mungkin penularannya tidak seheboh Covid-19. Tapi kalau kita hanya sibuk konsentrasi pada vaksinasi Covid, abai dengan imunisasi rutin ini justru bisa menimbulkan KLB lain yang sebetulnya sudah bisa dikendalikan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua UKK infeksi dan penyakit tropis IDAI dr. Anggraini Alam mengatakan, KLB memang tidak akan langsung terjadi begitu cakupan imunisasi turun. Karena masih ada sisa perlindungan dari cakupan imunisasi dasar sepenuhnya yang sudah hampir 100 persen.

Akan tetapi, jika cakupan imunisasi dasar pada anak terus berkurang, maka KLB sulit dihindari lagi.

"Artinya dampak keterlambatan imunisasi akan membuat suatu kejadian luar biasa yang tadinya penyakit nggak ada, jadi ada. Atau yang sudah ada bisa berlipat jumlahnya," kata dokter Anggraini.

baca juga

Ia mengingatkan, selain menyebabkan anak sakit, PD3I juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang terjadi bulanan atau bahkan tahunan.

"Contoh campak busa terjadi 5 tahun bahkan lebih dari 10 tahun. Kemudian jika anak mengalami kerusakan otak sehingga cacat tidak bisa melakukan kegiatan apapun dan kemudian meninggal," pungkasnya.

Laporan dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tahun 2021 sudah mencatat adanya kasus baru difteri pada 23 anak. Selain itu, juga penambahan kasus campak dan rubella.

IDAI menemukan kalau dari kasus baru tersebut, ternyata lebih dari 80 persen di antaranya memang belum imunisasi lengkap atau tidak jelas sudah imunisasi atau belum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Peringatkan Virus Corona Varian Omicron Berpotensi Sebabkan Wabah

WHO Peringatkan Virus Corona Varian Omicron Berpotensi Sebabkan Wabah

Health | Senin, 29 November 2021 | 16:37 WIB

Rawan KLB, IDAI Sebut Pandemi Covid-19 Bikin Cakupan Imunisasi Dasar Turun

Rawan KLB, IDAI Sebut Pandemi Covid-19 Bikin Cakupan Imunisasi Dasar Turun

Health | Senin, 29 November 2021 | 16:24 WIB

Gejala Terkena Varian Baru Corona, Omicron, Mirip Infeksi Virus Lainnya

Gejala Terkena Varian Baru Corona, Omicron, Mirip Infeksi Virus Lainnya

Bogor | Senin, 29 November 2021 | 16:01 WIB

Terkini

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Dekonstruksi Buddy-Cop yang Segar dan Nyeleneh dalam Film 'The Nice Guys'

Dekonstruksi Buddy-Cop yang Segar dan Nyeleneh dalam Film 'The Nice Guys'

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:50 WIB

×