Temuan Garmin Soal Status Kesehatan Pengguna Asia: Tingkat Stres Orang Indonesia Tertinggi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 10 Desember 2021 | 12:23 WIB
Temuan Garmin Soal Status Kesehatan Pengguna Asia: Tingkat Stres Orang Indonesia Tertinggi
Data Kesehatan Pengguna Garmin di Asia tahun 2021. (Dok. Garmin)

Suara.com - Brand smartwatch, Garmin, mengukur status kesehatan penggunanya di seluruh Asia dengan merujuk pada kalori istirahat (kalori yang dibakar saat tidur) dan kalori aktif (kalori yang dibakar saat aktivitas fisik) yang terdapat pada jam tangan pintar Garmin.

Pengguna dapat melacak total kalori yang dikonsumsi dan setiap perubahan dalam tingkat metabolisme mereka. Indikator kesehatan real-time lainnya seperti tingkat stres, saturasi oksigen, dan pelacakan hidrasi.

Data kesehatan pengguna Garmin di Asia itu dilakukan sejak Januari hingga September 2021. Hasilnya ditemukan bahwa pengguna dari negara dengan rata-rata aktivitas fisik mingguan lebih tinggi, memiliki kalori aktif maupun kalori istirahat lebih banyak.

Namun, secara keseluruhan, laporan tersebut mengungkapkan bahwa kalori istirahat pria dan wanita di Asia menurun secara signifikan pada rentang usia 55 tahun ke atas.

Pengguna yang lebih tua tercatat lebih banyak memiliki menit intensitas mingguan dibandingkan dengan rata-rata pengguna usia lebih muda. Sehingga dapat disimpulkan kalau seiring bertambahnya usia, menjadi lebih sadar akan kesehatan dan lebih mementingkan memulai gaya hidup aktif.

Dibandingkan dengan data tahun 2020, pengguna di sebagian besar negara Asia memiliki kalori aktif yang lebih rendah dengan tingkat stres yang meningkat. Hal itu diperkirakan akibat terjadinya pandemi Covid-19 dan pembatasan kegiatan luar ruang sepanjang tahun.

Data pengguna dikumpulkan secara anonim untuk tujuan pengamatan jangka panjang dan pemahaman akan dampak berbagai faktor pada kesehatan. Berikut tiga temuan utama terkaitstatus kesehatan masyarakat di negara Asia.

1. Tren data Asia I: Tingkat metabolisme menjadi kunci untuk orang berusia 55 tahun ke atas.

Ada tiga negara dengan rata-rata kalori istirahat tertinggi selama 2021, yakni India (2.490 Kal), Korea Selatan (2.451 Kal), dan Hong Kong (2.402 Kal). Sedangkan, tiga negara dengan rata-rata kalori istirahat terendah adalah Thailand (2.207 Kal), Jepang (2.232 Kal), dan Vietnam (2.287 Kal). Semakin bertambah usia pengguna, semakin rendah kalori istirahat yang dimiliki.

baca juga

Tren data juga mengungkapkan bahwa populasi di atas usia 55 tahun menunjukkan penurunan paling jelas dalam kalori istirahat yang dilacak, menurun secara signifikan dibandingkan dengan rentang usia sebelumnya.

Psikiater dari JUST!Mental Health Clinic, Taiwan, Dr. Min-Shan, LI MD., menjelaskan bahwa metabolisme yang baik menjadi kunci pembakaran kalori terjadi dengan optimal.

"Dengan meningkatkan intensitas olahraga atau memperbaiki kebiasaan hidup, masyarakat dapat meningkatkan metabolisme untuk mencapai tujuan kesehatan idealnya," kata Shan.

2. Tren data Asia II: Tingkat aktivitas di Asia menurun selama 2021, Indonesia menjadi yang terendah.

Berdasarkan intensitas menit mingguan atau aktivitas fisik yang dilakukan pengguna di Asia selama 2021, ditemukan tiga negara dengan rata-rata tertinggi, yakni Hong Kong, India, dan Korea Selatan. Di sisi lain, tiga negara dengan rata-rata menit intensitas terendah adalah Indonesia, Thailand, dan Taiwan.

Intensitas menit yang tinggi akan berdampak pada kalori istirahat yang tinggi pula. Salah satu tren yang diamati di seluruh Asia adalah rata-rata menit intensitas mingguan dari populasi tua lebih besar dari populasi muda.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengguna bersedia menginvestasikan lebih banyak waktu untuk berolahraga teratur di setiap minggunya seiring dengan bertambahnya usia.

Di sebagian besar negara, menit intensitas mingguan yang dicapai oleh pria lebih panjang daripada wanita. Secara keseluruhan, menit intensitas mingguan pria pada usia 46-55 menjadi yang terpanjang.

Akan tetapi, Indonesia menjadi satu-satunya negara di mana pengguna wanita mencapai 3,6 persen menit intensitas mingguan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna pria.

Sementara untuk kalori aktif, nilai di sebagian besar negara di Asia menurun dibandingkan dengan tahun lalu.

3. Tren data Asia III: Tingkat stres di Asia secara keseluruhan meningkat, Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia.

Menurut data tingkat stres pengguna di Asia pada tahun 2021, tingkat stres negara-negara, selain Tiongkok dan Vietnam, terjadi peningkatan dari tahun lalu. Peningkatan stres pria lebih besar daripada wanita.

Sementara itu, tingkat stres Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia, disusul Filipina dan Malaysia. Dibandingkan dengan data tahun 2020, Indonesia menunjukkan peningkatan stres tertinggi dengan pada pria berusia 26 hingga 45 tahun juga menjadi yang tertinggi di antara negara-negara lain di Asia pada rentang usia yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Big Data, Kemenkes: PeduliLindungi Bakal Bisa Mengecek Status Kesehatan Ibu dan Anak

Jadi Big Data, Kemenkes: PeduliLindungi Bakal Bisa Mengecek Status Kesehatan Ibu dan Anak

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 11:09 WIB

Garmin Indonesia Resmikan Brand Store Baru di 3 Kota

Garmin Indonesia Resmikan Brand Store Baru di 3 Kota

Tekno | Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:38 WIB

Mengenal Fitur Body Battery Smartwatch Garmin, Penolong saat Pandemi

Mengenal Fitur Body Battery Smartwatch Garmin, Penolong saat Pandemi

Tekno | Kamis, 30 September 2021 | 12:10 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×