Spinal Cord Injury: Bisakah Cedera Saraf Tulang Belakang Menyebabkan Kematian?

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 16 Desember 2021 | 07:30 WIB
Spinal Cord Injury: Bisakah Cedera Saraf Tulang Belakang Menyebabkan Kematian?
Ilustrasi Spinal Cord Injury (Elements Envato)

Sehingga jika sel saraf di sumsum tulang belakang mati (mati langsung atau mati akibat lambat atau salahnya penanganan) akan menyebabkan fungsi-fungsi saraf sensorik (rasa, nyeri) hilang.

Demikian juga fungsi saraf motorik (gerak) juga bisa hilang sehingga lengan dan tangan atau tungkai dan kaki menjadi lemah bahkan lumpuh (jika 4 alat gerak lumpuh disebut tetraplegia, jika hanya kedua kaki yang lumpuh disebut paraplegia).

Jika saraf otonom yang rusak, maka konsekuensinya bisa terjadi gangguan buang air kecil atau buang air besar, suhu tubuh, tekanan darah dan sistem sirkualasi darah bahkan pada laki-laki bisa menyebabkan alat vitalnya tidak bisa ereksi.

Beberapa akson di sel saraf mungkin tetap utuh, dan masih mampu membawa sinyal ke atas atau ke bawah sumsum tulang belakang, tetapi karena jumlahnya mungkin terlalu sedikit, maka tidak mampu menjalankan fungsi saraf dengan normal.

Sementara orang dengan cedera di atas tulang leher bagian atas bahkan memerlukan alat bantu nafas (ventilator) untuk tetap bisa bernapas.

Akibat tambahan dari cedera saraf tulang belakang bisa berlanjut menyedihkan. Terlalu lama berbaring karena lumpuh akan menyebabkan luka akibat tubuh menekan alas tidur atau disebut decubitus, juga mudah terkena infeksi (biasanya sistem paru-paru dan dan saluran kencing). Bahkan pada beberapa kasus bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah yang dapat mengancam nyawa.

Untuk bisa mendiagnosis cedera saraf tulang belakang, dokter akan memastikan terlebih dahulu apakah cedera saraf tulang belakang tidak memengaruhi pernapasan atau detak jantung yang berakibat dapat menyebabkan kematian cepat.

Selanjutnya, untuk menilai seberapa baik kondisi fungsi saraf tulang belakang, akan dilakukan pemeriksaan:

  • Fungsi sensorik, atau kemampuan untuk merasakan sentuhan, nyeri, atau rasa di kulit
  • Fungsi motorik, atau kemampuan untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh lengan dan tangan sampai jari-jari tangan, dan tungkai, kaki dan jari-jari kaki
  • Fungsi otonom, atau kemampuan baung air besar, buang air kecil, fungsi alat vital (pada laki-laki)

Tes pencitraan biasanya dapat membantu mendiagnosis cedera tulang dan saraf tulang belakang:

  • Ronsen biasa atau X-ray, untuk melihat ada tidaknya patah tulang atau terkilir/dislokasi
  • CT scan, untuk melihat patah tulang, bekuan darah atau kerusakan pembuluh darah.
  • MRI, untuk melihat kondisi saraf dan sumsum tulang belakang atau jaringan lunak.

Mungkin juga pada beberapa kasus (jarang dilakukan) dapat dikerjakan pemeriksaan elektromiogram (EMG) untuk memeriksa aktivitas listrik di otot

Penanganan Cedera Saraf Tulang Belakang
Mungkin saja dilakukan operasi darurat emergency atau cito untuk cedera saraf tulang belakang untuk mengatasi patah tulang belakang dana tau kerusakan sumsum tulang belakang akibat patah tulang, pembekuan darah, atau jaringan lain disekitatnya yang rusak.

Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]
Ilustrasi [shutterstock]

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suntikan obat kortikosteroid bermanfaat membantu cedera tulang belakang, jika terjadi kondisi yang disebut spinal shock yang bersifat sementara namun permanen jika tidak diobati.

Dapat juga dilakukan operasi terjadual (non emergency) jika tujuannya untuk hanya memperbaiki stabilitas tulang belakangnya, namun kerusakan sarafnya sudah permanen.
Tujuan jangka panjang dari perawatan cedera tulang belakang meliputi:

  • Meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup.
  • Mengurangi risiko kondisi kesehatan kronis (berkelanjutan).
  • Memulihkan beberapa fungsi saraf pada cedera parsial.
  • Komplikasi jangka panjang dari cedera tulang belakang mungkin termasuk:
  • Ketidakmampuan untuk mengatur tekanan darah atau suhu tubuh.
  • Peningkatan risiko masalah jantung atau paru-paru.
  • Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus.
  • Kelumpuhan pada lengan atau kaki.
  • Sakit terus-menerus.
  • Spastisitas, kontraktur sendi.
  • Disfungsi seksual.

Tak hanya itu, kebanyakan orang dengan cedera tulang belakang memerlukan beberapa bentuk rehabilitasi fisik, atau terapi, baik dengan rawat inap (selama dirawat di rumah sakit) atau rawat jalan (setelah dirawat di rumah sakit).

Rehabilitasi dapat membantu pasien cedera saraf tulang belakang untuk:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spesialis Bedah Saraf Indonesia Jelaskan tentang Cedera Saraf Tulang Belakang

Spesialis Bedah Saraf Indonesia Jelaskan tentang Cedera Saraf Tulang Belakang

Bekaci | Kamis, 16 Desember 2021 | 06:21 WIB

Berita Pilihan: Edelenyi Laura Meninggal, Vaksin Anak yang Diberi Es Krim Sampai Kasus HW

Berita Pilihan: Edelenyi Laura Meninggal, Vaksin Anak yang Diberi Es Krim Sampai Kasus HW

Bekaci | Kamis, 16 Desember 2021 | 05:47 WIB

Nasib Hukuman Gaga Muhammad Setelah Laura Anna Meninggal Dunia Disorot Warganet

Nasib Hukuman Gaga Muhammad Setelah Laura Anna Meninggal Dunia Disorot Warganet

Bali | Kamis, 16 Desember 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB