facebook

Cegah Varian Omicron Meluas, Menteri Kesehatan Inggris Serukan Pentingnya Vaksin Booster

M. Reza Sulaiman
Cegah Varian Omicron Meluas, Menteri Kesehatan Inggris Serukan Pentingnya Vaksin Booster
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid menekankan kembali pentingnya pemberian vaksin booster alias vaksinasi dosis ketiga pada masyarakat.

Suara.com - Penyebaran COVID-19 varian Omicron di Inggris menjadi perhatian otoritas kesehatan setempat.

Karena itu, Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pun menekankan kembali pentingnya pemberian vaksin booster alias vaksinasi dosis ketiga pada masyarakat.

"Varian ini menyebar dengan kecepatan yang luar biasa, sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya, infeksinya berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari. Ini berarti kita menghadapi gelombang infeksi yang luar biasa, kita sekali lagi berada dalam perlombaan antara vaksin dan virus," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid kepada Sky News.

Javid mengatakan meskipun tidak ada kematian yang dikonfirmasi di Inggris dan hanya 10 orang yang dirawat di rumah sakit akibat varian Omicron, penyebarannya yang cepat berarti bahwa jika pemerintah tidak bertindak, layanan kesehatan bisa kewalahan.

Baca Juga: Antisipasi Omicron, Dishub Lampung Buka Posko di Simpul Transportasi

ilustrasi vaksinasi dosis ketiga alias vaksin booster. [Envato]
ilustrasi vaksinasi dosis ketiga alias vaksin booster. [Envato]

"Dua dosis vaksin tidak cukup, tetapi tiga dosis masih memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap infeksi simtomatik," kata Javid.

Sejak kasus Omicron pertama terdeteksi pada 27 November di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat dan mengatakan bahwa "gelombang pasang" Omicron akan datang.

Inggris mengatakan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, satu juta orang bakal terinfeksi Omicron pada akhir bulan.

Johnson, yang menghadapi pertentangan di partainya sendiri atas langkah-langkah untuk mengekang Omicron dan protes atas pesta yang dilakukan stafnya di Downing Street selama lockdown tahun lalu, mendesak orang-orang untuk segera mendapatkan booster guna melindungi "kebebasan dan cara hidup kita."

Pemerintah Inggris ingin menawarkan booster pada semua penduduk dewasa menjelang pergantian tahun, sebuah target ambisius mengingat liburan Natal segera tiba dan upaya memvaksin 1 juta orang per hari berarti dua kali lipat dari tingkat vaksinasi saat ini yang mencapai 530.000 orang per hari.

Baca Juga: Omicron Terdeteksi di Jakarta, Wali Kota Jakut: Belum Ada Aturan Penutupan Tempat Wisata

Secara global, COVID-19 telah membunuh 5,3 juta orang, melemahkan ekonomi, dan mengubah kehidupan normal bagi banyak orang.

Di Inggris, lebih dari 146.000 orang meninggal dunia akibat penyakit itu.

Komentar