Hasil Tes Covid-19 Dianggap Negatif, 400 Orang Lebih Ternyata Positif Saat Tes Di Lab Ini

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Desember 2021 | 19:30 WIB
Hasil Tes Covid-19 Dianggap Negatif, 400 Orang Lebih Ternyata Positif Saat Tes Di Lab Ini
Ilustrasi tes virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah laboratorium tes Covid-19 di Australia telah meminta maaf setelah secara keliru memberi tahu bahwa lebih dari 400 pasien negatif. Padahal semua pasien itu ternyata positif virus corona.

Rumah Sakit St Vincent di Sydney pada hari Minggu mengatakan pemberitahuan palsu itu dikirim melalui layanan patologinya, SydPath, kepada pasien yang telah mengikuti tes pada 23 dan 24 Desember.

"SydPath tadi malam salah mengirim pesan kepada lebih dari 400 orang, memberi tahu mereka bahwa mereka telah dites negatif terhadap COVID," kata rumah sakit.

Orang tersebut ternyata positif Covid-19.Rumah sakit mengatakan insiden itu sedang diselidiki.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Tim tanggap darurat sekarang sedang menyelidiki penyebab kesalahan ini, yang diyakini sebagai kesalahan manusia," kata pernyataan itu.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada mereka yang terkena dampak.”

Direktur medis SydPath Anthony Dodds mengatakan laboratorium telah mengerjakan "volume tes yang sangat besar" pada hari-hari menjelang pemberitahuan palsu.

"Segera setelah kami mengetahui masalah ini pagi ini, SydPath segera memulai proses untuk menghubungi orang-orang yang terkena dampak ini," kata Dodds dalam sebuah pernyataan, outlet Australia 9News melaporkan.

Seorang pria berusia 34 tahun yang termasuk di antara mereka yang diberitahu secara salah mengatakan dia skeptis dengan hasilnya. Meski disuruh oleh dokter untuk memercayai hasilnya, dia menjalani tes cepat Covid-19, yang akhirnya positif terkena virus tersebut.

baca juga

"Saya berkata, 'Saya juga percaya diri, saya tidak sehat karena setiap gejala yang saya alami adalah COVID ... tes PCR pasti salah,'" kata pria itu kepada Australian Broadcasting Corporation.

Dia mengatakan dia frustrasi dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan pusat untuk memberi tahu dia tentang hasil yang salah.

“Saya kira cukup membuat frustrasi, dalam artian yang pertama, butuh 85 jam pertama untuk mendapatkan hasil tes negatif,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Selama 19 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19 di Kota Solo

Kabar Baik! Selama 19 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19 di Kota Solo

Surakarta | Senin, 27 Desember 2021 | 18:42 WIB

Kasus Bertambah Lagi Jelang Tutup Tahun, 120 Orang Indonesia Terpapar Covid-19 Hari Ini

Kasus Bertambah Lagi Jelang Tutup Tahun, 120 Orang Indonesia Terpapar Covid-19 Hari Ini

News | Senin, 27 Desember 2021 | 18:16 WIB

Antisipasi Kasus Covid-19 Naik, Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Terapkan PPKM Mikro

Antisipasi Kasus Covid-19 Naik, Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Terapkan PPKM Mikro

News | Senin, 27 Desember 2021 | 18:11 WIB

Terkini

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Indonesia Resmi Tutup Ekspor Benih Lobster Selamanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:34 WIB

6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia

6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Soroti Ijazah Gibran, Ray Rangkuti hingga Ubedilah Datangi DPR Temui Doli Golkar Desak Hak Angket

Soroti Ijazah Gibran, Ray Rangkuti hingga Ubedilah Datangi DPR Temui Doli Golkar Desak Hak Angket

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:29 WIB

×