Studi: Antibodi Sel T yang Kuat Bikin Infeksi Covid-19 Varian Apa pun Tidak Jadi Parah

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 06 Januari 2022 | 11:25 WIB
Studi: Antibodi Sel T yang Kuat Bikin Infeksi Covid-19 Varian Apa pun Tidak Jadi Parah
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Ilmuwan menemukan bagian sel kekebalan tubuh manusia yang mampu melawan infeksi Covid-19 varian omicron. Yakni, sistem kekebalan sel T yang ditemukan tetap mampu merespon dengan kuat terhadap varian omicron.

Penelitian dilakukan oleh tim dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST) bersama Universitas Melbourne. Kemudian hasilnya diterbitkan dalam jurnal Viruses.

Para peneliti menganalisis lebih dari 1.500 fragmen protein virus corona SARS CoV-2, atau epitop, yang telah dikenal oleh sel T pada penyintas Covid-19 maupun orang yang sudah divaksinasi.

Secara keseluruhan, sebagian besar epitop sel T pada individu yang divaksinasi, beberapa juga penyintas, kekebalan tubuhnya tidak terpengaruh dengan mutasi omicron. Analisis awal mereka menunjukkan bahwa kekebalan sel T yang sudah ada sebelumnya akan tetap utuh.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa respon sel T tidak bisa menahan infeksi, sehingga penularan juga masih mungkin terjadi. Hanya saja, orang-orang yang terinfeksi dengan kekebalan sel T yang kuat bisa bertahan terhadap serangan omicron.

"Kekebalan sel T yang kuat (membawa) harapan untuk (varian perhatian) lainnya, tingkat perlindungan terhadap penyakit parah akan tetap tinggi," kata para peneliti, dikutip dari Fox News.

Namun, data sementara terhadap penurunan risiko penyakit parah juga angka kematian akibat omicron dikaitkan dengan perlawanan kekebalan sel T masih perlu ditetapkan dengan jelas.

“Meskipun merupakan studi pendahuluan, kami percaya ini adalah berita positif. Bahkan jika omicron, atau varian lain, kemungkinan lolos dari antibodi, respon sel T yang kuat masih dapat diharapkan menawarkan perlindungan dan membantu mencegah penyakit yang signifikan," jelas Profesor Universitas Melbourne Matthew McKay, yang juga ikut memimpin penelitian tersebut.

Sel T merupakan jenis sel darah putih yang berkembang dari sel punca di sumsum tulang. Sebagai antibodi, sel T berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan infeksi.

Dalam epitop dari protein yang ditargetkan oleh sel-T pada individu yang divaksinasi atau sebelumnya terinfeksi, ditemukan hanya 20 persen mutasi varian omicron yang berhasil lolos dari serangan antibodi.

"Analisis lebih lanjut kami mengungkapkan bahwa lebih dari setengahnya diprediksi masih terlihat oleh sel T. Ini mengurangi kemungkinan omicron lolos dari pertahanan sel T," kata Ahmed Abdul Quadeer, rekan pemimpin studi dan asisten profesor peneliti di Departemen Teknik Elektronik dan Komputer HKUST.

Para peneliti juga menemukan bahwa lebih dari 97 persen epitop sel T non-spike tidak mencakup variasi terkait omicron.

Hasil itu secara keseluruhan menunjukkan bahwa virus corona kemungkinan tidak bisa lari dari sel-T. Respon kuat yang ditimbulkan sel T itu bisa didapat dari vaksinasi dan booster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Lonjakan Kasus Positif dan Kematian di RS Mengintai Perancis

Update Covid-19 Global: Lonjakan Kasus Positif dan Kematian di RS Mengintai Perancis

Health | Kamis, 06 Januari 2022 | 11:07 WIB

Indonesia Menutup Sementara Pintu Masuk WNA dari 14 Negara

Indonesia Menutup Sementara Pintu Masuk WNA dari 14 Negara

Bali | Kamis, 06 Januari 2022 | 10:56 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Terus Bertambah Jadi 1.304 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Terus Bertambah Jadi 1.304 Orang

News | Kamis, 06 Januari 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB