Cek Urin Kamu Sekarang, Air Kencing Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Gagal Ginjal

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 27 Januari 2022 | 11:55 WIB
Cek Urin Kamu Sekarang, Air Kencing Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Gagal Ginjal
Ilustrasi buang air kecil atau urin. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak hal yang bisa jadi peringatan seorang memiliki penyakit tertetny, seperti salah satunya gagal ginjal.

Untuk mengenali seorang memiliki gagal ginjal sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. Saah satuya dengan memastikan warna urin seseorang. Konsultan urolog di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Dr Richard Viney mengatakan kepada Sun Online bahwa kencing berbusa adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

"Seperti semua cairan, jika didorong dalam aliran yang kuat, agitasi yang disebabkan saat menyentuh permukaan akan menyebabkan udara bercampur sehingga menyebabkan buih sehingga air yang berkepanjangan dengan aliran yang kuat akan menyebabkan buih sementara.

"Jika sudah ada beberapa bahan pembersih di toilet, urin akan berbusa, jadi tidak perlu panik jika Anda melihat buih di urin Anda.

Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

"Jika ada protein yang berlebihan dalam urin, ini juga dapat menyebabkan buih dan ini adalah masalah.

Ia mengatakan, bahwa protein tidak boleh masuk ke urin karena ginjal dirancang untuk menyaringnya. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik maka protein akan hilang dalam urin dan ini merupakan indikator gagal ginjal.

"Penyebab umum gagal ginjal termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi. Hilangnya protein dari darah berarti air akan berpindah dari darah ke jaringan yang menyebabkan edema (pembengkakan) yang akan mengendap di sekitar pergelangan kaki dan panggul melalui gravitasi dan sesak napas jika cairan mengendap di paru-paru," kata dia.

Jika gejala itu muncul, maka ada baiknya untuk segera menemui dokter untuk melakukan konsultasi. Tanda-tanda lain dalam urin Anda yang harus diwaspadai termasuk kencing bau, urin keruh atau jika ada darah.

Tanda-tanda umum seorang mungkin menderita diabetes meliputi:

  • sering ke toilet, terutama di malam hari
  • benar-benar haus
  • merasa lebih lelah dari biasanya
  • menurunkan berat badan tanpa berusaha
  • gatal atau sariawan pada alat kelamin
  • luka dan luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
  • penglihatan kabur

Demikian, tanda-tanda diabetes dan gagal ginjal yang mesti diwaspadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak, Ciri-Ciri Penyakit Ginjal yang Penting untuk Diketahui

Simak, Ciri-Ciri Penyakit Ginjal yang Penting untuk Diketahui

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 14:53 WIB

Jangan Sampai Kelebihan Vitamin D, Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal

Jangan Sampai Kelebihan Vitamin D, Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 08:00 WIB

Demi Kemanusiaan, Wanita Ini Rela Mendonorkan Ginjalnya untuk Kakak Seorang Teman

Demi Kemanusiaan, Wanita Ini Rela Mendonorkan Ginjalnya untuk Kakak Seorang Teman

Health | Rabu, 24 November 2021 | 05:55 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB