Mata Minus dan Silinder, Bisakah Dikurangi atau Dihilangkan?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:38 WIB
Mata Minus dan Silinder, Bisakah Dikurangi atau Dihilangkan?
Ilustrasi mata minus pada anak (Pixabay/lichdinh)

Suara.com - Selain gangguan mata minus, salah satu gangguan penglihatan yang juga umum dialami adalah mata silinder.

Mata silinder adalah gangguan refraksi mata berupa rabun jauh dan rabun dekat yang terjadi akibat ketidakmampuan mata membiaskan cahaya, sehingga titik fokus jatuh tidak tepat di retina, yang menyebabkan penglihatan jadi kabur.

Dibanding mata minus, banyak pemilik mata silinder yang khawatir gangguan mata ini tidak bisa dikurangi atau dihilangkan. Benarkah?

Presiden Direktur JEC Eye Hospitals & Clinics dr. Johan Hutauruk, Sp.M(K), mengatakan solusi paling praktis dari masalah mata silinder adalah menggunakan kacamata.

Tapi untuk mengurangi besaran silindernya, dr. Johan mengakui bahwa operasi bedah mata lasik jadi satu-satunya solusi.

"Kalau dikurangi harus dengan tindakan bedah yang namanya lasik. Jadi kalau orang ada perlu sekolah mau masuk kedinasan, tidak boleh pakai kacamata, memang obat-obat belum ada yang bisa," ungkap dr.Johan dalam acara pembukaan RS Mata JEC-Candi @ Semarang, Sabtu (29/1/2022).

Lasik atau laser-assisted in situ keratomileusis adalah salah satu jenis bedah refraktif, yaitu operasi mata yang bertujuan memperbaiki gangguan refraksi atau pembiasan mata.

Operasi lasik mata dapat mengobati rabun jauh atau miopi, rabun dekat atau hipermetropi, dan mata silinder atau astigmatisme.

Lebih lanjut, dr. Johan mengatakan alih-alih fokus pada upaya perbaikan, sebaiknya anak yang punya risiko besar mengalami masalah mata seperti silinder karena keturunan orangtua atau genetik, harus dilakukan skrining mata.

Skrining mata ini ditujukan agar mata yang sudah minus atau silinder dilakukan penanganan, agar besaran minus atau silindernya tidak bertambah.

"Tapi kalau terjadi minus 10 mau diapain pun tidak bisa, kecuali tindakan lasik," ungkap dr. Johan.

Di sisi lain, ia juga mengungkap bahwa jaringan RS JEC di seluruh Indonesia menghadirkan layanan one stop solutions, salah satunya bagian pediatric, bagian untuk mengontrol miopia secara khusus.

"Mengontrol kalau sudah minus jangan naik terus tahun depannya, dipertahankan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Menjalani Prosedur Lasik Mata, Ketahui Dulu Manfaat, Prosedur, dan Risikonya

Sebelum Menjalani Prosedur Lasik Mata, Ketahui Dulu Manfaat, Prosedur, dan Risikonya

Health | Minggu, 16 Januari 2022 | 13:39 WIB

Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:17 WIB

Awalnya Mengalami Mata Malas, Gadis Kecil 2 Tahun Ini Ternyata Punya Tumor di Kepalanya

Awalnya Mengalami Mata Malas, Gadis Kecil 2 Tahun Ini Ternyata Punya Tumor di Kepalanya

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:46 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB