Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:17 WIB
Ini Penyebab Mata Silinder Kesulitan Menyetir di Malam Hari
Ilustrasi menyetir di malam hari. (Unsplash)

Suara.com - Gangguan mata astigmatisma atau juga dikenal sebagai mata silinder adalah salah satu gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa mata. Dalam hal ini, cahaya yang masuk tidak terbiaskan secara sempurna sehingga gambar yang dihasilkan menjadi tidak fokus atau miring.

Penderita mata silinder umumnya akan mengalami kesulitan melihat di malam hari. Otomatis, mereka juga akan kesulitan menyetir di malam hari. Hal ini karena mata silinder dapat menyebabkan kelainan refraksi, yaitu saat bentuk mata tidak bisa membelokan cahaya dengan benar, sehingga penglihatan menjadi kabur.

Pada dasarnya, menurut dokter, penglihatan kabur pada mata silinder ini terjadi pada jam berapapun. Namun gangguan bisa sangat terasa di malam hari karena penglihatan sangat kontras antara terang dan gelap.

"Orang akan berkata, saya kesulitan mengemudi di malam hari, tapi tidak di siang hari. Ini bukan karena di siang hari mereka tidak punya kelainan refraksi, hanya saja gangguan lebih mudah ditangani saat siang hari dibandingkan di malam hari saat kurang cahaya," jelas Anna Park, Dokter Mata di Martin P. Kolsky Group Chartered di Washington DC.

Kondisi mata silinder memang bisa menjadi lebih buruk menjelang matahari terbenam atau di malam hari, karena mata kesulitan untuk menghalau cahaya.

"Kornea tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan berbentuk seperti oval. Meski perbedaan sangat sedikit, tetapi sangat memengaruhi perspektif visual," ujar Dokter Mata Robert Friedman, mengutip Insider, Sabtu (15/1/2022).

Menurut American Academy of Ophthalmology, kondisi mata silinder merupakan kasus yang sangat umum. Diketahui, satu dari tiga orang Amerika mengalami mata silinder.

Kondisi mata silinder biasanya dialami seiring bertambahnya usia, dengan persentase 23 persen dialami usia 20 hingga 39 tahun, 28 persen dialami 40 hingga 59 tahun, dan 50 persen dialami oleh mereka yang berusia lebih dari 60 tahun.

Mata silinder dapat terjadi pada orang dengan rabun jauh (miopi) ataupun rabun dekat (hiperopia), bahkan bisa dialami oleh bayi baru lahir.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Mengalami Mata Malas, Gadis Kecil 2 Tahun Ini Ternyata Punya Tumor di Kepalanya

Awalnya Mengalami Mata Malas, Gadis Kecil 2 Tahun Ini Ternyata Punya Tumor di Kepalanya

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:46 WIB

Kenali Penyebab dan Pengobatan Astigmatisme atau Mata Silinder

Kenali Penyebab dan Pengobatan Astigmatisme atau Mata Silinder

Bogor | Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:07 WIB

Berbeda dengan Mata Minus, Kenali Penyebab Astigmatisme atau Mata Silinder

Berbeda dengan Mata Minus, Kenali Penyebab Astigmatisme atau Mata Silinder

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 08:35 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×