Sering Digunakan Banyak Orang, Dokter Jelaskan Bahaya 4 Pelumas Alami Ini untuk Vagina

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 25 Maret 2022 | 20:30 WIB
Sering Digunakan Banyak Orang, Dokter Jelaskan Bahaya 4 Pelumas Alami Ini untuk Vagina
Putih telur sebagai pelumas alami (Shutterstock)

Suara.com - Pasangan menggunakan pelumas untuk menghilangkan ketidaknyamanan dan rasa kering sela,a berhubungan seksual.

Pelumas yang paling aman dan efektif adalah yang memiliki sifat mirip dengan cairan vagina atau rektal alami, menurut Medical News Today.

Namun, terkadang pelumas dapat memengaruhi motilitas sperma (kemampuan sperma berenang untuk mencapai sel telur) dan akan mencegah pembuahan.

Sehingga banyak pasangan mengganti produk pelumas pabrikan dengan berbahan alami.

Berikut beberapa pelumas alami yang umum digunakan masyarakat dan pendapat dokter tentang penggunaannya:

1. Putih telur

Beberapa orang melaporkan mereka menggunakan putih telur sebagai pelumas alami.

Meski putih telur mungkin menyerupai cairan vagina selama masa ovulasi, dokter tidak merekomendasikan menggunakannya di vagina karena keamanannya tidak diketahui.

2. Lidah buaya

baca juga

Beberapa orang menggunakan lidah buaya atau produk berbahan dasar lidah buaya sebagai pelumas alami.

Namun, mengoleskan lidah buaya pada kulit dapat menimbulkan efek samping, seperti kemerahan, sensasi terbakar, sensasi menyengat, ruam, dan reaksi alergi.

Selama kehamilan, beberapa wanita telah menggunakan lidah buaya dan mengalami kontraksi rahim.

Vagina dan rektum memiliki kulit dengan sifat yang berbeda. Jadi, kemungkinan tidaks semua wanita akan mengalami reaksi yang sa,a terhadap lidah buaya.

3. Minyak

Beberpaa studi dari Afrika menyelidiki barang-barang rumah tangga yang dapat digunakan sebagai pelumas vagina.

Mereka melaporkan orang-orang menggunakan baby oil, minyak sayur, minyak kelapa, dan produk berbasis minyak lainnya.

Meskipun pelumas komersial tersedia di Afrika, barang-barang rumah tangga populer karena harganya yang terjangkau.

Tetapi poduk berbahan dasar minyak dapat merusak kondom, sehingga meningkatkan risiko seseorang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan dan infeksi menular seksual (IMS).

4. Yogurt

Beberapa orang menggunakan yogurt sebagai pelumas atau pengobatan infeksi jamur. Yogurt tanpa rasa dan tanpa gula mengandung probiotik yang menurut orang dapat membantu membentuk koloni bakteri normal di vagina.

Klaim ini masih belum dikonfirmasi oleh para ilmuwan, dan orang-orang harus menghindari memasukkan yogurt ke dalam vagina sebagai pelumas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelumas Buatan Dapat Merusak Sperma, Peneliti Menyarankan Pakai Putih Telur saat Berhubungan Seks, Kok Bisa?

Pelumas Buatan Dapat Merusak Sperma, Peneliti Menyarankan Pakai Putih Telur saat Berhubungan Seks, Kok Bisa?

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 17:11 WIB

Hati-hati! Penggunaan Pelumas Seks Ternyata Bisa Bikin Sperma 'Loyo'

Hati-hati! Penggunaan Pelumas Seks Ternyata Bisa Bikin Sperma 'Loyo'

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 20:30 WIB

Di MotoGP Mandalika 2022, Shell Ambil Bagian Jadi Pelumas Tunggangan Tim Ducati Lenovo

Di MotoGP Mandalika 2022, Shell Ambil Bagian Jadi Pelumas Tunggangan Tim Ducati Lenovo

Otomotif | Selasa, 22 Maret 2022 | 15:11 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×