Mengenal Asal-usul Agen Saraf, Zat yang Diduga Menyebabkan Roman Abramovich Keracunan saat Perundingan Ukraina-Rusia

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 29 Maret 2022 | 14:42 WIB
Mengenal Asal-usul Agen Saraf, Zat yang Diduga Menyebabkan Roman Abramovich Keracunan saat Perundingan Ukraina-Rusia
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. [GLYN KIRK / AFP]

Suara.com - Pemilik klub sepak bola Chelsea, Roman Abramovich, dan dua juru runding perdamaian Ukraina diduga keracunan agen saraf setelah perundingan tentang konflik Ukraina-Rusia di Kiev pada 3 Maret lalu.

Dugaan keracunan ini dilaporkan oleh Wall Street Journal dan outlet investigasi Bellingcat, Selasa (29/3/2022).

Ketiga delegasi mengalami gejala keracunan agen saraf, seperti kulit meradang, iritasi mata dan nyeri hebat di belakang mata. Gejala ini berlangsung semalaman.

Saat perundingan tidak ada dari mereka yang makan banyak, selain cokelat dan air.

Dilansir BBC, spesialis senjata kimia telah memeriksa kasus ini dan menyimpulkan bahwa insiden ini merupakan pengguanan bahan kimia yang disengaja.

Pemilik Chelsea FC Roman Abramovich [AFP]
Pemilik Chelsea FC Roman Abramovich [AFP]

Terlepas dari kasus ini, apa itu saraf agen yang diduga menyebabkan Abramovich keracunan?

Para peneliti pertama kali menemukan agen saraf, atau gas saraf, secara tidak sengaja pada 1930-an ketika mereka mencoba membuat laternatif insektisida yang lebih murah dan lebihi baik dari nikotin.

Peneliti Jerman membuat dua senyawa organik mengandung fosfor yang dinilai sangat efektif membunuh hama serangga, lapor Scientific American.

Namun mereka menemukan bahwa dalam jumlah sangat kecil pun, zat tersebut dapat menyebabkan gejala menyakitkan pada manusia yang terpapar.

baca juga

Kedua zat tersebut, dikenal sebagai Tabun (GA) dan Sarin, terlalu beracun untuk digunakan sebagai insektisida komersial di bidang pertanian.

Penelitian diserahkan kepada angkatan brsenjata Nazi Wehrmacht. Lalu, mereka mengevaluasinya sebagai senjata dan mulai membangun pabrik untuk memproduksinya.

Penelitian pestisida belanjut. Molekul VX yang pertama kali dibuat di laboratorium Imperial Chemical Industries (ICI), Inggris pada 1952 juga terbukti terlalu beracun untuk digunakan dalam pertanian.

Studi diteruskan oleh Pusat Penelitian Senjata Porton Down Chemical Inggris dan kemudian ke pemerintah AS, ketika Inggris tidak lagi menggunakan senjata kimia.

Molekul ini memiliki kekuatan menghancurkan yang lebih jelas. Pada 13 Maret 1968, zat ini lolos dari tempat pengujian senjata kimia tentara dan membunuh lebih dari 3.000 domba yang merumput 27 jauhnya di daerah Lembah Tengkorak Utah.

Sejak saat itu, agen saraf lain telah dikembangkan. Tidak seperti obat jalanan, agen saraf ini tidak dapat dibuat sendiri karena toksisitasnya, bahkan dalam jumlah kecil. Sintesis agen saraf membutuhkan laboratorium khusus, dengan lemari asam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Chelsea Roman Abramovich Diduga Diracun Saat Perundingan Ukraina-Rusia

Bos Chelsea Roman Abramovich Diduga Diracun Saat Perundingan Ukraina-Rusia

Sumbar | Selasa, 29 Maret 2022 | 13:15 WIB

Roman Abramovich Diduga Keracunan Setelah Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina

Roman Abramovich Diduga Keracunan Setelah Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina

News | Selasa, 29 Maret 2022 | 12:44 WIB

Jadi Juru Runding Perdamaian Ukraina dengan Rusia, Roman Abramovich Diduga Diracun, Mata Merah dan Kulit Mengelupas

Jadi Juru Runding Perdamaian Ukraina dengan Rusia, Roman Abramovich Diduga Diracun, Mata Merah dan Kulit Mengelupas

Kalbar | Selasa, 29 Maret 2022 | 11:24 WIB

Terkini

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×