Perbaikan Transportasi Umum Bantu Promosikan Gaya Hidup Sehat, Ini Penjelasan Pakar

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 08 April 2022 | 16:48 WIB
Perbaikan Transportasi Umum Bantu Promosikan Gaya Hidup Sehat, Ini Penjelasan Pakar
Sejumlah pekerja menaiki bus saat jam pulang kerja di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Gaya hidup sehat menjadi kunci utama mendapatkan umur panjang yang berkualitas dan bebas penyakit. Pakar mengatakan, salah satu cara melakukannya adalah dengan aktif menggunakan transportasi umum.

Dijelaskan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, menggunakan transportasi umum bisa menjadi salah satu upaya mewujudkan dunia yang lebih sehat.

"Transportasi umum serta tempat jalan kaki dan bersepeda harus terus digalakkan," ujar dia dikutip dari ANTARA, Jumat (8/4/2022).

Berkaca pada kondisi transportasi di Indonesia saat ini, Prof. Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan, penggalakan perlu dibarengi memadainya sarana dan prasarana.

Aktivitas warga di ruang transportasi umum di Jakarta, selasa (22/2/2022). [Suara.com/Septian]
Aktivitas warga di ruang transportasi umum di Jakarta, selasa (22/2/2022). [Suara.com/Septian]

"Transportasi umum di Indonesia sudah mulai ditingkatkan, hanya perlu lebih dijadikan prioritas lagi, tentu sarana dan prasarananya seta cakupannya harus memadai supaya orang mau berpindah," ujar dia.

Saran serupa juga diperuntukkan untuk tempat jalan kaki dan lokasi bersepeda di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Hal ini demi gaya hidup sehat seperti berjalan kaki dan bersepeda dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekedar olahraga di akhir pekan.

"Supaya ini jadi bagian kehidupan sehari-hari, bukan olahraga akhir pekan saja," kata Prof Tjandra yang kini menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu.

Berbicara lebih lanjut mengenai upaya menjadikan dunia yang lebih sehat, dia mengatakan, negara-negara di dunia perlu mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kualitas udara termasuk melakukan monitoring pencemaran dengan baik dan mengidentifikasi sumber-sumber pencemar udara dan mengatasinya.

Lebih lanjut, kebakaran hutan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia juga perlu ditangani secara serius.

baca juga

Di lain sisi, pihak industri perlu mengawasi pengelolaan limbahnya agar tidak mempengaruhi kesehatan masyarakat disekitarnya.

Prof. Tjandra juga memandang penting menjadikan polusi udara perlu jadi bagian penting kurikulum pendidikan petugas kesehatan dari semua tingkatannya.

Terkait pencemaran lingkungan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terjadi lebih dari 13 juta kematian setiap tahunnya di dunia akibat berbagai jenis pencemaran lingkungan. Polusi udara bahkan menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahunnya di dunia.

Data dari 117 negara yang secara teratur memonitor kualitas udaranyamenunjukkan, sebanyak 17 persen udara kota di negara berpenghasilan tinggi berada dibawah standar sehat WHO untuk kadar PM2.5 atau PM 10.

"Pada negara berpenghasilan rendah dan menengah, hanya sekitar 1 persen kotanya yang kadar kesehatan udaranya sesuai dengan standar WHO," kata Prof. Tjandra.

Kemudian, data dari sekitar 4000 kota di dunia di 74 negara yang mengumpukan data Nitrogen dioksida (NO2) dari lapangan secara akurat dan berkala, memperlihatkan hanya sekitar 23 persen orang yang tinggal di kota-kota ini yang menghirup udara yang kadar NO2 nya masih dalam batas-batas normal.

Lalu, apa dampaknya kualitas udara buruk bagi kesehatan? Prof. Tjandra menjelaskan, partikulat di udara khususnya PM2.5, dapat masuk ke paru-paru dan menyebar ke peredaran darah. Akibatnya, terjadilah gangguan pada sistem kardiovaskular dengan berbagai jenis penyakit jantungnya, penyakit serebovaskular seperti stroke serta gangguan pada paru dan sistem respirasi.

Sementara itu, NO2 berhubungan dengan berbagai penyakit paru dan pernapasan, seperti asma bronkial dan lainnya.

"NO2 menyebabkan berbagai keluhan respirasi seperti batuk, bising mengi, sesak napas dan tidak jarang menyebabkan seseorang harus dirawat di rumah sakit karenanya," ujar Prof. Tjandra.

Berkaca pada kondisi udara dunia saat ini, dia mengaku optimistis bila upaya penanggulangan dilakukan maka akan tercipta lingkungan sehat di kemudian hari.

"Ya tentu kita harus optimis, diikuti dengan kerja nyata di lapangan untuk menciptakan lingkungan sehat. Kita perlu berupaya maksimal agar semua manusia di muka bumi dapat hidup dalam suasana udara, air dan makanan yang bersih dan sehat setiap waktu," tutur dia.

Sebagai penutup. Prof. Tjandra berharap agar ekonomi dunia dan negara lebih berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Di sisi lain, masyarakat juga perlu dapat mengatur dan mengendalikan kesehatan diri mereka serta kesehatan planet tempat tinggal bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:22 WIB

Pemprov DKI Tambah 6 Kategori Penerima Layanan Transportasi Gratis di 2027, Siapa Saja?

Pemprov DKI Tambah 6 Kategori Penerima Layanan Transportasi Gratis di 2027, Siapa Saja?

News | Selasa, 29 September 2026 | 19:47 WIB

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:06 WIB

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:24 WIB

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:06 WIB

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 20:20 WIB

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

Terkini

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×