Ade Armando Alami Pendarahan Otak Usai Dikeroyok, Kenali Gejalanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 12 April 2022 | 15:34 WIB
Ade Armando Alami Pendarahan Otak Usai Dikeroyok, Kenali Gejalanya!
Dosen Universitas Indonesia dan pegiat media sosial, Ade Armando dikeroyok sejumlah orang di tengah aksi 11 April 2022. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut.

Suara.com - Ade Armando, dosen sekaligus pegiat media sosial mengalami pendarahan otak bagian belakang setelah dikeroyok massaa saat ikut aksi demonstrasi 11 April 2022 di depan Gedung DPR RI.

Nong Darol Mahmada, Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), mengatakan Ade Armando dinyatakan mengalami pendarahan otak setelah menjalani CT Scan di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Pusat.

Tapi, Nong Darol mengatakan bahwa kesadaran Ade Armando masih membaik. Meski begitu, Ade Armando tetap harus menjalani perawatan intensif di RS Siloam sampai kondisinya membaik.

"Hasil CT Scan tadi malam itu menunjukkan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi," kata Nong saat ditemui di RS Siloam Semanggi, Selasa (12/4/2022).

Pendarahan otak salah satu jenis stroke yang disebut dengan istilah hemorrhage. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh arteri pada otak pecah.

Penganiayaan terhadap Ade Armando [Foto: ANTARA]
Penganiayaan terhadap Ade Armando [Foto: ANTARA]

Pendarahan otak ini bisa menyebabkan jaringan otak iritasi dan bengkak, yang biasanya disebut sebagai cerebral edema.

Pendarahan ini bisa terjadi dalam otak, di antara otak dan selaput yang melapisinya, di antara lapisan pelindung otak atau tengkorak kepala.

Gejala pendarahan otak yang muncul juga biasanya beragam, tergantung pada lokasi, tingkat keparahan dan seberapa banyak jaringan otak yang terdampak.

Gejala pendarahan yang paling umum termasuk sakit kepala, gangguan penglihatan dan keseimbangan tubuh yang bermasalah. Berikut ini dilansir dari Hellosehat, beberapa gejala pendarahan otak yang paling umum.

baca juga
  1. Sakit kepala parah mendadak
  2. Kelemahan pada lengan atau kaki
  3. Mual dan muntah
  4. Kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan
  5. Kesulitan menelan
  6. Kesulitan menulis atau membaca
  7. Gangguan penglihatan, baik pada satu atau kedua mata
  8. Kehilangan kesadaran, mengantuk, linglung
  9. Kehilangan keseimbangan dan koordinasi, pusing
  10. Indra pengecap tidak berfungsi baik

Namun, beberapa orang dengan pendarahan otak bisa mengalami gejala yang tidak tersebutkan di atas. Anda bisa konsultasi dengan dokter bila mengalami salah satu gejalanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Kondisi Terkini Ade Armando Usai Digebuki Massa Aksi Unjuk Rasa, Disebut Alami Pendarahan Otak

Ini Kondisi Terkini Ade Armando Usai Digebuki Massa Aksi Unjuk Rasa, Disebut Alami Pendarahan Otak

Surakarta | Selasa, 12 April 2022 | 14:21 WIB

Pendarahan  Otak Belakang, Kapolda Metro Jenguk Ade Armando di RS Siloam Semanggi

Pendarahan Otak Belakang, Kapolda Metro Jenguk Ade Armando di RS Siloam Semanggi

Video | Selasa, 12 April 2022 | 14:00 WIB

Pendarahan Otak Akibat Dikeroyok Massa, Kapolda Metro Jenguk Ade Armando di RS Siloam Semanggi

Pendarahan Otak Akibat Dikeroyok Massa, Kapolda Metro Jenguk Ade Armando di RS Siloam Semanggi

News | Selasa, 12 April 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:23 WIB

×