Perkembangan Otak Janin Terpengaruh Tingkat Stres Sang Ibu Saat Hamil

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 01 Mei 2022 | 16:10 WIB
Perkembangan Otak Janin Terpengaruh Tingkat Stres Sang Ibu Saat Hamil
Ilustrasi ibu hamil stres (Shutterstock)

Suara.com - Ibu hamil sangat rentan terkena stres. Tanda dari kondisi ini adalah detak jantung meningkat, tekanan darah melonjak, kesulitan tidur, khawatir berlebihan, hingga kesuliltan berkonsentrasi.

Padahal, ibu hamil yang mengalami stres tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak janin dan risiko gangguan mental serta kardiovaskular beberapa puluh tahun kemudian.

"Stres prenatal tidak menyebabkan gangguan ini, itu hanya menciptakan kerentanan bagi mereka (bayi)," jelas profesor psikiatri dan kedokteran di Harvard Medical School, Jill Goldstein, dilansir laman heart.org.

Hormon stres kortisol memainkan peran penting dalam tubuh dan perkembangan janin. Namun, saat wanita hamil mengalami stres yang intens dan berkepanjangan, kadar kortisol yang berlebihan dapat menganggu perkembangan otak bayi.

Perubahan dalam sirkuit otak janin dapat menyebabkan hipersensitivitas terhadap stres serta masalah sistem kekebalan yang dapat meningkatkan risiko penyakit di masa depan.

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil stres (Sumber: Shutterstock)

Namun para ahli mengingatkan bahwa tidak semua stres pada ibu hamil menyebabkan perubahan otak, dan tidak semua wanita hamil merespons stres dengan cara yang sama.

"Bukan penyebab stres, tetapi bagaimana orang menanganinya yang penting," kata profesor psikologi medis Catherine Monk.

Menurut Monk, pengalaman sang ibu selama kehamilan dapat 'memberi isyarat' kepada bayinya apa yang mungkin akan terjadi ketika ia lahir.

Jika anak dilahirkan dalam lingkungan penuh ancaman, kondisi untuk merespons tingkat stres yang tinggi adalah hal baik.

"Sebab, mereka akan lebih mahir menangani lingkungan yang mengancam, yang mungkin bermanfaat bagi kelangsungan hidup," sambung Monk.

Sebaliknya, janin yang sudah terpapar dengan stres tinggi sementara ia akan lahir di lingkungan yang aman dan tidak mengancam, maka anak berisiko mengalami masalah kecemasan di masa depan.

Namun, kondisi ini masih bisa 'diperbaiki'. Karena otak bayi juga berkembang pesat di tiga tahun pertama kehidupan.

"Ada banyak peluang untuk mengatasi ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Membahayakan Janin, Inilah Tanda-Tanda Ibu Hamil Kurang Kalsium

Bisa Membahayakan Janin, Inilah Tanda-Tanda Ibu Hamil Kurang Kalsium

Health | Jum'at, 29 April 2022 | 12:53 WIB

Ibu Hamil 8 Bulan Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Ibu Hamil 8 Bulan Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Bisnis | Jum'at, 29 April 2022 | 11:05 WIB

Ibu Hamil Lihat Langsung Tikus Gado Makanan Warteg, Langsung Syok Saat Akan ke Puskesmas

Ibu Hamil Lihat Langsung Tikus Gado Makanan Warteg, Langsung Syok Saat Akan ke Puskesmas

Jogja | Rabu, 27 April 2022 | 17:23 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB