Ini Tantangan Pengembangan Jahe Merah Sebagai Herbal di Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Mei 2022 | 14:05 WIB
Ini Tantangan Pengembangan Jahe Merah Sebagai Herbal di Indonesia
Ilustrasi jahe merah. (Shutterstock)

Suara.com - Jahe telah lama digunakan sebagai herbal karena manfaatnya yang telah terbukti pada kesehatan. Tapi, ternyata tidak mudah untuk menjaga kualitas jahe yang ditanam sehingga punya manfaat bagi kesehatan.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Head of BU BINA (Business Unit Bintang Toedjoe Inovasi Natural) Sari Pramadiyanti. Ia mengatakan bahwa telah ada sejumlah produk yang pernah mereka kembangkan. 

"Tapi ternyata perjalanannya itu kita tidak bisa mendapatkan bahan bakunya yang terstandar. Sehingga, performance produknya itu naik-turun," kata dia. 

Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk mengembangkan integrasi dari hulu ke hilir. Hal ini berbeda dari industri farmasi pada umumnya, yang hanya fokus ke hilir dengan menggunakan bahan baku, lalu diproduksi dan dijual.

Pedagang menunjukkan jahe merah di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (4/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pedagang menunjukkan jahe merah di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Rabu (4/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Nah kita mencoba ke lebih awal lagi stepnya. Kita masuk ke hulunya, dalam hal membina petani untuk menanam jahe merah. Mulai dari pembenihannya, ditanamnya, dipanennya, diproses pasca panen, kemudian dijual,” paparnya.

Jahe merah dipilih karena memiliki manfaat baik bagi kesehatan, dibandingkan dengan jahe emprit dan jahe gajah. Jahe merah mengandung antosianin (yang menyebabkan warna merah) sebagai antioksidan dan kandungan essential oil dalam jahe merah lebih tinggi. Tingkat kepedasan dan kandungan gingerol jahe merah lebih tinggi dari jahe gajah, tetapi tidak berbeda signifikan dengan jahe emprit.

“Ada tujuh aspek dalam ekosistem jahe merah kita. Pertama, nursery atau mengenai benih. Supaya jahe merah yang dihasilkan baik, maka kita memilih benih yang baik, sehingga kita bekerja sama dengan BPPT, Balittro, untuk menghasilkan benih dan varietas yang memang terbukti unggul,” ungkap Sari.

Ekosistem jahe merah juga memiliki lab tissue culture yang dibangun bersama Kyung Hee Univesity Korea Selatan dan Univesitas Surabaya, namanya Kalbe Ubaya Hanbang Bio Lab. Setelah benih yang bagus dipilih, tahap selanjutnya ialah cultivation. Pada tahap ini, pembinaan tentang bagaimana pemeliharaan tanamannya.

“Artinya, petani diberikan SOP (Standar Operasional Prosedur) supaya cara menyiramnya tepat, air yang disiram tidak kelebihan maupun kekurangan. Kadang-kadang tim kami memantau ke lokasi untuk memastikan bahwa mitra petani melaksanakan penanaman sesuai prosedur,” katanya.

baca juga

Setelah ditanam, jahe merah dipelihara sampai usia panen, minimal di usia 10 bulan. Hal ini karena ada parameter kualitas yang harus dicapai, salah satunya kandungan gingerol.

Tahap selanjutnya, pasca panen. BU BINA memastikan jahe merah dipanen, dicuci, dirajang, serta dikeringkan sesuai dengan persyaratan spesifikasi tertentu seperti kandungan air tidak boleh lebih dari 10% supaya tidak ada jamur di jahe merah yang telah dipanen. Sebagai infomasi tambahan, jahe merah dari ekosistem BINA sudah diuji bebas aflatoxin.

“Lalu kita masuk ke proses ekstraksi untuk menghasilkan ekstrak, atau bisa juga dijadikan minyak jahe melalui proses distilasi. Dari situ kita perlu memastikan bahwa jahe yang kita konsumsi punya manfaat kesehatan, maka ada tahap farmakologi. Kita melakukan uji preklinis maupun uji klinis untuk memastikan jahe merah memiliki manfaat kesehatan sesuai klaim. Lalu dikemas dan bisa dikomersialisasikan,” jelas Sari.

“Harapannya, bisa diekspor ke luar negeri, sehingga tidak hanya di lokal saja yang mengetahui jahe merah tetapi di luar negeri juga mengetahui Jahe Merah, sesuai dengan strategic initiative Kalbe, yaitu Go Global,” imbuhnya.

Kini, petani mitra Bintang Toedjoe utamanya ada di Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara. Sari mengungkapkan bahwa di lokasi yang tersebar itu monitoring menjadi tantangan.

“Karena yang harus dikunjungi untuk memastikan itu banyak karena ada lebih dari 1500 mitra petani utama yang platinum, yaitu petani yang sudah berpengalaman dan sudah mengirim lebih dair satu kali. Di sisi lain, kita senang karena banyak menyentuh bagianbagian dari Indonesia di mana-mana. Harapannya, dengan ekosistem ini kita bisa merangkul banyak pihak dan memberikan manfaat bagi sesama,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijadikan Obat Tradisional Sejak Dahulu, Berikut 3 Manfaat Besar dari Jahe untuk Kesehatan

Dijadikan Obat Tradisional Sejak Dahulu, Berikut 3 Manfaat Besar dari Jahe untuk Kesehatan

Health | Kamis, 12 Mei 2022 | 18:30 WIB

5 Obat Penurun Panas Anak yang Bagus Alami

5 Obat Penurun Panas Anak yang Bagus Alami

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 09:30 WIB

Bau Mulut Bikin Tak Nyaman, Atasi Pakai Herbal, Makanan dan Minuman Ini!

Bau Mulut Bikin Tak Nyaman, Atasi Pakai Herbal, Makanan dan Minuman Ini!

Health | Sabtu, 30 April 2022 | 18:47 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×