WHO Minta Semua Negara Laporkan Kasus Cacar Monyet Meski Masih Dugaan Sekalipun

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 Juni 2022 | 14:12 WIB
WHO Minta Semua Negara Laporkan Kasus Cacar Monyet Meski Masih Dugaan Sekalipun
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesegaran Dunia atau WHO meminta seluruh negara untuk melaporkan semua kasus cacar monyet atau monkeypox. Termasuk negara harus melaporkan kasus probable cacar monyet sekalipun.

Hal ini dilakukan agar WHO membuat tolok ukur sejauh mana cacar monyet berkembang secara epidemiologi di masyarakat.

"Negara-negara anggota diminta untuk menyerahkan data minimum pada semua kasus yang memenuhi definisi kasus kemungkinan atau kasus yang dikonfirmasi," ujar WHO melalui situs resminya, dikutip suara.com, Rabu (8/6/2022).

Data ini harus dilaporkan negara ke Point Nasional IHR, melalui Focal Point Regional IHR WHO masing-masing yang ada di setiap negara.

Cacar monyet
Cacar monyet

Langkah ini diberlakukan sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggambarkan situasi yang ada di dunia saat ini terkait cacar monyet.

Laporan ini bisa diberikan dalam format MS Word maupun MS Excel. Tapi ada beberapa format yang tetap bisa digunakan berdasarkan kesepakatan di wilayah masing-masing.

"Dataset minimum diadaptasi dari formulir laporan kasus ECDC atau EURO dan negara-negara di Wilayah Eropa WHO harus mengikuti instruksi pelaporan yang diterima sebelumnya," jelas WHO.

Selanjutnya data ini akan dibagikan ke khalayak umum di semua negara secara teratur, melalui konten informasi yang dibuat WHO dalam periode tertentu.

Sekedar informasi, cacar monyet adalah penyakit virus zoonosis atau virus ditularkan dari hewan ke manusia, yang dapat sembuh sendiri.

baca juga

Penyakit itu disebabkan oleh virus monkeypox, yakni anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat sebagai negara endemis.

Saat ini kabar terbaru, sudah ada 700 kasus konfirmasi cacar monyet di seluruh dunia, dan sebagian besar menyebar di negara Eropa, khususnya Inggris dan Spanyol.

Sedangkan di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan ada beberapa kriteria kasus probable cacar monyet, yakni sebagai berikut:

  • Orang yang suspek karena memiliki gejala cacar monyet, tapi ada tambahan kriteria lainnya.
  • Kriteria tambahan yakni memiliki hubungan epidemiologis seperti paparan tatap muka, termasuk petugas kesehatan tanpa APD kontak fisik langsung dengan kulit atau lesi kulit, termasuk kontak seksual.
  • Atau orang yang kontak dengan benda terkontaminasi seperti pakaian, tempat tidur atau peralatan pada kasus probable atau konfirmasi pada 21 hari sebelum timbulnya gejala.
  • Riwayat perjalanan ke negara endemis cacar monyet pada 21 hari sebelum timbulnya gejala.
  • Hasil uji serologis orthopoxvirus menunjukkan positif namun tidak mempunyai riwayat vaksinasi smallpox ataupun infeksi orthopoxvirus.
  • Dirawat di rumah sakit karena penyakitnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Pasien Cacar Monyet Tembus 1.000 Kasus Global di 30 Negara

Waspada! Pasien Cacar Monyet Tembus 1.000 Kasus Global di 30 Negara

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 09:32 WIB

Pakar Ungkap 4 Alasan WHO Belum Cabut Status Pandemi Covid-19 di Seluruh Dunia

Pakar Ungkap 4 Alasan WHO Belum Cabut Status Pandemi Covid-19 di Seluruh Dunia

Sumbar | Rabu, 08 Juni 2022 | 10:15 WIB

Waspada Virus Monkeypox Atau Cacar Monyet, Gejalanya Mulai Demam Sampai Kelelahan

Waspada Virus Monkeypox Atau Cacar Monyet, Gejalanya Mulai Demam Sampai Kelelahan

Bali | Rabu, 08 Juni 2022 | 07:00 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

×