4 Cara Menghadapi Anak Tantrum, Orangtua Wajib Tahu

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Jum'at, 10 Juni 2022 | 08:10 WIB
4 Cara Menghadapi Anak Tantrum, Orangtua Wajib Tahu
Ilustrasi gambar menghadapi anak tantrum. (freepik)

Suara.com - Anda mungkin merasa lelah dan frustrasi ketika anak Anda tantrum, tetapi tantrum biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Anak-anak, terutama balita, mengalami tantrum sebagai bagian dari perkembangan normal mereka. Anak-anak sering mengalami tantrum pada saat mereka memasuki prasekolah, sekitar usia 4 tahun. Lantas, bagaimana cara menghadapi anak tantrum?

Diketahui, tantrum adalah ketika seorang anak memiliki ledakan kemarahan dan frustrasi yang tidak direncanakan. Tantrum bisa berupa fisik, verbal, atau keduanya. Anak Anda mungkin bertingkah, mengganggu, dan umumnya menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan. Karenanya, banyak orangtua yang kewalahan menghadapi anak tantrum.

Umumnya anak-anak bertingkah demikian ini karena sedang membutuhkan atau menginginkan sesuatu yang tidak dapat mereka ungkapkan melalui kata-kata.

Tantrum seringkali tidak proporsional dengan keadaan. Anak-anak bisa bereaksi sangat kuat akan situasi ringan. Misalnya, Anda dapat memberi tahu anak Anda untuk menyimpan mainan atau menolak permintaan hadiahnya. Hal ini dapat menyebabkan meronta-ronta, berteriak, dan memukul. 

Cara Mengahadapi Anak Tantrum

Sangat penting bagi anak-anak untuk mengalami frustrasi pada waktu-waktu tertentu, sehingga mereka dapat mulai belajar bagaimana mengelola perasaan mereka ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang mereka harapkan, dan membangun ketahanan.

Lantas, bagaimana cara menghadapi anak tantrum? Mari simak penjelasannya di bawah ini yang dihimpun dari berbagai sumber.

Ilustrasi anak tantrum (Jcomp/freepik).
Ilustrasi anak tantrum (Jcomp/freepik).

1. Cobalah untuk memahami

Salah satu langkah paling penting untuk mengurangi tantrum adalah mencoba dan memahami mengapa anak Anda kesal. Perlakukan setiap amukan sebagai insiden terpisah daripada pengulangan perilaku yang sama. Anak-anak dapat mengalami tantrum karena mereka lapar, cemas, atau marah, dan semakin Anda memahami mengapa tantrum terjadi, semakin besar peluang Anda untuk menemukan solusi. 

Baca Juga: 7 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua untuk Mengatasi Anak Tantrum

Jika penyebabnya tidak segera jelas, Anda mungkin perlu menggali lebih dalam. Apa yang terjadi sesaat sebelum tantrum? Apakah ada hal lain yang terjadi pada hari sebelumnya yang mungkin membuat anak Anda tantrum.

2. Menanggapi sesuai dengan kebutuhan emosional mereka

Untuk menghadapi anak yang tantrum, Anda harus mengetahui pemicu tantrum pada anak Anda. Anda juga perlu mengetahui bagaimana perasaan anak Anda dan apa yang membuat mereka merasa seperti itu. Mereka mungkin berteriak dan menjerit ketika mereka merasa frustrasi, tetapi mereka mungkin juga melakukannya ketika mereka tertekan. 

Jika anak Anda tertekan karena kehilangan mainan berharga, misalnya, tidak masuk akal untuk menggunakan teknik yang sama seperti saat mereka menolak memakai sepatu.

3. Tawarkan alternatif

Jika anak Anda kesal karena tidak dapat memiliki sesuatu, cobalah menawarkan alternatif yang dapat diterima. Misalnya, jika mereka tidak mengizinkan makan permen, mungkin mereka bisa memilih antara apel atau pisang. Jika mereka tidak menginginkan alternatif yang Anda tawarkan, terimalah ini sebagai jawaban mereka, daripada terus menawarkan lebih banyak alternatif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI