facebook

Sering Terabaikan, Kenali 7 Gejala Virus Corona Covid-19 pada Kuku

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Sering Terabaikan, Kenali 7 Gejala Virus Corona Covid-19 pada Kuku
Ilustrasi kuku. (Shutterstock)

Ada beberapa gejala virus corona Covid-19 pada kuku yang sering terabaikan.

Suara.com - Ada beberapa gejala lain virus corona Covid-19, tetapi terabaikan,  salah satunya gejala virus corona pada kuku. Sebuah penelitian telah menemukan fakta yang mengejutkan tentang cara virus corona mempengaruhi kuku jari tangan dan kaki.

Studi mengatakan hingga 20 persen pasien virus corona memiliki manifestasi kulit. Setelah terinfeksi virus corona atau bahkan selama terinfeksi, kelainan pada kuku terlihat pada banyak individu.

Sebanyak 61 studi penelitian dilansir dari Times of India, telah mengkonfirmasi lesi seperti chilblain pada kuku setelah infeksi virus corona Covid-19.

Beberapa penelitian lain menemukan striae kuku horizontal berwarna putih dan kuku cekung yang secara klinis didefinisikan sebagai leukonychia dan garis Beau pada pasien virus corona Covid-19.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada Penyakit Parkinson, Ini Tandanya!

Penelitian telah mengaitkan gejala virus corona Covid-19 pada kuku sebagai berikut:

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
  1. Lekukan horizontal di atas kuku jari tangan dan kaki
  2. Garis putih di semua kuku
  3. Perubahan warna oranye di ujung dasar kuku
  4. Garis merah-ungu di dasar kuku
  5. Rasa terbakar dan gatal-gatal pada jari tangan dan kaki yang jika berlangsung lama mempengaruhi daerah sekitar dasar kuku
  6. Sensasi kesemutan di kuku jari kaki
  7. Kuku terkelupas yang tidak bisa dijelaskan

Meskipun semua gejala yang disebutkan di atas terlihat pada pasien virus corona, pola bulan sabit merah pada kuku lebih umum terjadi.

Dalam hal ini, pola bulan setengah cincin berwarna merah atau ungu terbentuk di dasar kuku pada orang yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Sementara ini penelitian belum menemukan penyebab terjadinya hal ini. Kerusakan pembuluh darah selama infeksi bisa menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Ilmuwan Swedia Menemukan Virus Corona Jenis Baru, Sifatnya Sangat Berbeda!

Komentar