WHO Cari Tahu Cacar Monyet Termasuk Kondisi Darurat Kesehatan Masyarakat atau Tidak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 16 Juni 2022 | 13:45 WIB
WHO Cari Tahu Cacar Monyet Termasuk Kondisi Darurat Kesehatan Masyarakat atau Tidak
Cacar Monyet (freepik)

Suara.com - NHS menggambarkan cacar monyet sebagai infeksi langka yang ditemukan di bagian barat atau tengah Afrika.

Sejauh ini, pria muda yang aktif secara seksual cenderung rentan terinfeksi cacar monyet. Tapi, semua orang dari segala usia, jenis kelamin dan seksualitas juga bisa terinfeksi.

Mengingat jumlah kasus cacar monyet yang terus meningkat, WHO telah membuat keputusan untuk menilai penyakit tersebut merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat atau bukan.

"Saya pikir sekarang jelas bahwa ada situasi yang tidak biasa, yang berarti bahwa virus ini berperilaku tidak biasa dari bagaimana biasanya virus itu berperilaku di masa lalu," kata Direktur WHO, Dr Tedros Ghebreyesus dikutip dari Express.

Tak hanya itu, virus itu juga mempengaruhi lebih banyak negara dan mereka percaya bahwa itu memerlukan beberapa tanggapan terkoordinasi karena penyebaran geografis.

Ilustrasi CacarMonyet (Pexels)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)

Definisi WHO tentang kondisi darurat kesehatan masyarakat sebagai peristiwa luar biasa yang bisa menimbulkan risiko kesehatan masyarakat bagi negara lain melalui penyebaran penyakit internasional dan membutuhkan tanggapan internasional yang terkoordinasi.

Jika cacar monyet dianggap sebagai darurat kesehatan masyarakat, itu menandai langkah simbolis tentang bagaimana menurut WHO negara-negara harus memperlakukannya.

Meskipun cacar monyet tidak dapat menyebar semudah virus corona Covid-19, pandemi Covid-19 ini perlu menjadi pelajaran dalam menghadapi wabah cacar monyet.

Meskipun dinilai kurang menular, ada kekhawatiran virus ini bertindak sebagai penyebar super. WHO juga bekerja dengan mitra dan ahli dari seluruh dunia untuk mengubah nama virus monkeypox, clades dan penyakit yang ditimbulkannya.

baca juga

Berkenaan dengan cacar monyet, ada dua varian virus, varian Afrika barat dan Afrika tengah. Adapun gejala cacar monyet, meliputi:

  1. Ruam
  2. Suhu tinggi
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri otot
  5. Sakit punggung
  6. Kelenjar bengkak
  7. Menggigil
  8. Kelelahan

Ruam biasanya akan muncul satu sampai lima hari setelah infeksi dengan gejala hilang dalam beberapa minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Dalami Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma Pasien

WHO Dalami Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma Pasien

Jogja | Rabu, 15 Juni 2022 | 21:16 WIB

WHO Selidiki Temuan Virus Cacar Monyet di Cairan Sperma

WHO Selidiki Temuan Virus Cacar Monyet di Cairan Sperma

Lampung | Rabu, 15 Juni 2022 | 20:26 WIB

Muncul Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma, WHO Dalami Dugaan Penularan Secara Seksual

Muncul Temuan Virus Cacar Monyet dalam Cairan Sperma, WHO Dalami Dugaan Penularan Secara Seksual

Jogja | Rabu, 15 Juni 2022 | 18:33 WIB

Terkini

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×