Sering Berdebar Tanpa Sebab dan Mudah Lelah? Waspada Tanda Gangguan Irama Jantung

Kamis, 21 Juli 2022 | 13:15 WIB
Sering Berdebar Tanpa Sebab dan Mudah Lelah? Waspada Tanda Gangguan Irama Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Ada berbagai tipe penyakit jantung, salah satunya gangguan irama atau aritmia atrial fibrillasi yang bisa menyebabkan tiba-tiba berdebar tanpa alasan yang jelas. Apabila kondisi tersebut terjadi setiap hari, walaupun hanya beberapa menit, sebaiknya jangan dianggap sepele. 

Dokter spesialis jantung DR. Dr. M. Yamin, Sp.JP(K)., menjelaskan aritmia ditandai dengan denyut jantung terlalu cepat atau terlalu lambat dalam hitungan per menit. Selain itu, juga menimbulkan sesak nafas dan mudah lelah. 

"Untuk orang yang kira-kira mengalami gejala itu bisa melakukan tindakan awal yang kita sebut dengan "Menari" atau meraba nadi sendiri. Atau individu juga bisa konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemastian," ujarnya.

Gangguan irama tersebut biasanya hilang timbul. Pada aritmia derajat awal, gangguan tersebut biasanya terjadi kurang dari 30 menit dalam sehari. Meski begitu, tetap saja tidak bisa dibiarkan terus menerus. 

Ilustrasi jantung (Elements Envato)
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

"Aritmia tidak biaa selalu dibiarkan terus menerus. Karena risiko terjelek dari afrial fibrillasi itu adalah stroke 5 kali lebih tinggi daripada orang dengan detak normal. Kemudian juga menyebabkan terjadi gagal jantung karena pompa yang tidak teratur antara kiri atas dan bawah, jantung bisa mengalami kelemahan. Ketiga, kualitas hidup jadi menurun, berdebar, cepat capek, dan itu diakhiri kematian," jelas dokter Yamin.

Untuk memastikan apakah gejala yang dialami aritmia atau bukan, bisa dilakukan pemantauan irama jantung lebih panjang yang dilakukan 1-2 hari bahkan berminggu-minggu. Tindakan itu dilakukan oleh dokter untuk mengecek detak jantung secara waktu pasti.

"Yang mempermudah seseorang mengalami aritmia pertama, kalau usianya di atas 65 tahun, ada hipertensi, diabetes, hidupnya nggak sehat, gemuk, kurang olahraga, merokok, itu yang umum. Tapi ada juga atrial fibrilasi karena faktor kelainan klep jantung atau di luar jantung dengan kelainan hormon tiroid," paparnya.

Terapi pengobatan aritmia bisa dilakukan dengan obat-obatan untuk mengembalikan irama jantung kembali normal. Tetapi, apabila dengan obat-obatan kurang efektif bisandilakukan tindakan pembedahan dengan ablasi kateter maupun Cryo Ablation.

Dokter Yamin menyampaikan bahwa pengobatan itu disesuaikan dengan derajat keparahan dari penyakit. Itu sebabnya perlu berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengonsumsi Kacang Edamame untuk Kesehatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI