Gabungan 2 Virus Ini Diduga Menjadi Penyebab Hepatitis Akut Misterius pada Anak-Anak

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:14 WIB
Gabungan 2 Virus Ini Diduga Menjadi Penyebab Hepatitis Akut Misterius pada Anak-Anak
Ilustrasi Hepatitis Akut pada Anak (Pixabay)

Suara.com - Peneliti Inggris melaporkan temuan baru tentang penyakit hepatitis akut misterius yang kebanyakan menyerang anak-anak. Ternyata, ini berkaitan dengan koinfeksi dua virus, atau gabungan dari dua virus.

Sebelumnya, peneliti berteori bahwa ini adalah infeksi adenoirus, yang ditemukan dalam sebagian besar kasus.

Kini, dua penelitian baru yang dilakukan secara terpisah di London dan Skotlandia menemukan adanya tambahan infeksi AAV2 (virus terkait adeno 2). Virus ini memainkan peran penting dan ada pada 96 persen semua pasien yang diperiksa.

AAV2 biasanya tidak menyebabkan penyakit dan tidak dapat mereplikasi diri tanpa adanya virus 'penolong' lain.

Jadi, kedua tim peneliti menyimpulkan bahwa AAV2 dan adenovirus bergabung untuk menginfeksi anak-anak dan menyebabkan penyakit hati yang parah.

Ilustrasi Hepatitis - Kenali Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa (Pixabay)
Ilustrasi Hepatitis (Pixabay)

"Adanya virus AAV2 dikaitkan dengan hepatitis yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak," kata profesor penyakit menular Emma Thomson dari University of Glasgow, Skotlandia, dikutip dari Science Alert.

Namun, Thomson juga memperingatkan peran AAV2 belum pasti, apakah yang menyebabkan penyakit atau lebih merupakan biomarker untuk infeksi adenovirus yang mendasari, yang lebih sulit dideteksi tetapi merupakan patogen utama.

Tidak Ada Hubungannya dengan Virus Corona

Kedua tim peneliti mengesampingkan infeksi SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 karena virus tidak ditemukan dalam hati pasien.

Baca Juga: Virus Cacar Monyet Dapat Merusak Paru-Paru hingga Menyebabkan Pneumonia

Dua penelitian ini mengamati pasien yang tertular hepatitis dan yang tidak. Mereka menemukan AAV2 menginfeksi sebagain besar dari mereka yang tertular penyakit.

Studi di Skotlandia juga menguji gen anak-anak yang sakit dan yang tidak, menganalisis apa yang menyebabkan seseorang menjadi lebih rentan.

Kedua makalah telah diunggah secara daring ke server pracetak dan masih menunggu peer review sebelum diterbitkan di jurnal.

"Saya pikir ini adalah penjelasan yang masuk akal untuk kasus-kasus ini. Sepertinya koinfeksi adalah kuncinya," tanggap profesor hepatologi pediatrik di University of Birmingham, Deirdre Kelly, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Menurut Kelly, masih diperlukan banyak penelitian untuk memahami mengapa beberapa anak mengembangkan penyakit parah dan memerlukan transplantasi.

Sementara Thomson mengatakan bahwa memahami lebih lanjut tentang sirkulasi musiman AAV2 penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI