Mengenal Terapi Wicara, Benarkah Bantu Pasien Pascaoperasi Laringektomi?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 01 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Mengenal Terapi Wicara, Benarkah Bantu Pasien Pascaoperasi Laringektomi?
Terapi wicara. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Pada beberapa pasien yang mengalami penyakit kanker laring, dibutuhkan pembedahan untuk menyembuhkan kondisinya tersebut. Salah satu prosedur penyembuhannya yaitu dengan melakukan laringektomi.

Perlu diketahui laringektomi sendiri merupakan prosedur yang biasa dianjurkan bagi pasien kanker laring yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan konservatif.

Prosedur yang satu ini dilakukan dengan pembedahan untuk mengangkat laring atau kotak suara pada seseorang. Hal ini sendiri juga akan membuat orang tersebut akan kehilangan suara miliknya.

Untuk itu, biasanya setelah melakukan pembedahan laringektomi, orang tersebut akan melakukan terapi wicara untuk melatih agar kondisinya kembali normal.

Terapi wicara. (Dok: Elements Envanto)
Terapi wicara. (Dok: Elements Envanto)

Terapis Wicara Poliklinik THT RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Waspada S. Tr. Kes mengatakan, dalam laringektomi dampak yang terkena tidak hanya pada suara, tetapi juga kemampuan menelan, bernapas, bahkan penciuman.

“Terapi wicara pasca laringektomi itu meliputi berbagai hal antara lain proses menelan, pernapasan, penciuman, serta vokal atau suara,” ucap Waspada dalam Webinar Perawatan Kanker Kepala Leher Komprehensif: Melangkah ke Depan, Senin (1/8/2022).

Tidak hanya itu,  Waspada juga menuturkan, sebagai terapis wicara banyak hal yang harus dilakukan dalam proses terapi pascaoperasi laringektomi. Hal-hal yang harus dilakukan ini sendiri juga terbagi menjadi dua pencapaian, baik jangka panjang dan pendek, di antaranya sebagai berikut.

Jangka Pendek

Dalam proses terapi wicara jada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan, yaitu sebagai berikut.

baca juga

1. Berpartisipasi pra operasi

Sebelum operasi, terapis wicara harus memberikan edukasi, penyuluhan, informasi kepasa pasien mengenai laringektomi dan masalah pascaoperasi. Hal ini agar pasien siap untuk mengikuti rangkaian penyembuhan termasuk terapi wicara.

2. Menjaga kebersihan stoma

Stoma merupakan lubang yang dibuat pada proses pembedahan, dalam kasus ini berada pada bagian leher. Sebagai seorang terapis, Waspada menuturkan sangat penting untuk pasien mengetahui untuk tetap menjaga kebersihan bagian stoma.

Penting juga untuk memberi informasi mengenai perubahan struktur dan fungsi sistem pernapasan setelah pengangkatan laring.

3. Keselamatan lingkungan penting

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanda Seseorang Merasa Terganggu saat Berkenalan, Segera Sadari!

5 Tanda Seseorang Merasa Terganggu saat Berkenalan, Segera Sadari!

Your Say | Senin, 01 Agustus 2022 | 09:08 WIB

Periksa Nowela Idol dan Presenter TV Brigita, KPK Gali Aliran Uang yang Diterima dari Bupati Ricky Ham Pagawak

Periksa Nowela Idol dan Presenter TV Brigita, KPK Gali Aliran Uang yang Diterima dari Bupati Ricky Ham Pagawak

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 17:59 WIB

Serius Jadi Tamu Acara TV, Gaya Bicara Bonge Tuai Pujian saat Cerita Putus Sekolah

Serius Jadi Tamu Acara TV, Gaya Bicara Bonge Tuai Pujian saat Cerita Putus Sekolah

Entertainment | Kamis, 28 Juli 2022 | 16:08 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×