Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 31 Agustus 2022 | 08:10 WIB
Anak Tantrum Bukan Salah Orangtua, Psikolog: Itu Respon Alaminya
Ilustrasi tantrum (Pexels/Tran Long)

Suara.com - Tantrum merupakan bentuk luapan emosi yang sering dilakukan anak balita. Saat tantrum, anak jadi mudah menangis hanya karena hal kecil yang tak jarang membuat orangtuanya bingung.

Namun satu hal yang perlu disadari orangtua, tantrum bukanlah kesalahan Anda, melainkan proses alami dari anak yang masih mencoba mengenal emosinya sendiri.

"Ibu harus paham dulu bahwa tantrum itu fase yang sehat pada anak yang sehat. Tantrum terjadi pada anak usia kurang dari dua tahun, ketiga, dan saat empat tahun mulai menurun," kata Psikolog Tiga Generasi Putu Andani, M. Psi.

"Itu yang harus disadari dulu kalau tantrum bukan kesalahan bunda. Karena memang respon anak yang natural di usia itu," tambahnya saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat tantrum anak tidak bisa menyerap maupun menerima penjelasan rasional dari orangtuanya. Sehingga Putu menyarankan agar lebih dulu memvalidasi emosi anak dan membantunya segera tenang.

"Jadi yang perlu dilakukan orangtua terima dulu kalau anak tantrum, ditenangkan dulu, baru kita ngomongin solusi. Jadi jangan solusi di depan. Biarkan anak tenang dulu," sarannya.

"Itu pun kalau anak audah bisa diajak ngomong. Kalau belum, ya, biarkan dia mengeluarkan ledakan tantrum itu dan kemudian akan berlanjut seperti biasa," lanjut Putu.

Ia pun menyadari bahwa anak tantrum di tempat umum, dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Itu juga yang kerap dialami Staf Ahli Milenial dari Presiden Joko Widodo - Angkie Yudistia.

Ibu dua anak itu pun mengaku memiliki trik khusus dalam mengatasi anak tantrum. Tetapi, sebagai penyandang tunarungu, cara Angkie berbeda dari kebanyakan ibu.

baca juga

"Sebagai ibu yang tidak bisa mendengar, anakku tantrum aku biarin aja. Karena semakin dia berteriak, semakin dia ngamuk, itu semakin gak tahu apa yang diomongin. Jadi biarin aja, mau dilihatin orang, yaudah gak apa-apa."

"Enggak perlu malu, karena aku biarkan anakku untuk eksplor emosinya kalau dia itu lagi marah," cerita Angkie kepada media.

Meski begitu, Angkie mengaku akan tetap berada di sisi anak hingga emosi mereka mereda. Setelah itu, baru ia akan bertanya tentang perasaan yang dirasakan anaknya.

"Itu membiasakan dia jangan marah saat lagi emosi. Karena anaknya bingung mau jawab apa dan maminya juga gak tahu dia ngomong apa."

"Jadi yaudah biarin aja dulu, aku bawa dia ke tempat lebih tenang. Kalau sudah gitu kita jadi kaya teman. Jadi aku bisa posisikan diri kadang jadi ibu, kadang jadi teman," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Anak Tak Diterima, Orangtua Protes Geruduk SMA 12 Pekanbaru

Buntut Anak Tak Diterima, Orangtua Protes Geruduk SMA 12 Pekanbaru

Riau | Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:38 WIB

Dermawan Sejak Dini, Bocah Ini Tabung Uang Jajannya untuk Bantu Teman Sekolah

Dermawan Sejak Dini, Bocah Ini Tabung Uang Jajannya untuk Bantu Teman Sekolah

Your Say | Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:58 WIB

Tasya Kamila Curhat Arrasya Belum Mau Bobo Sendiri, Memang Berapa Usia Ideal Anak Tidur Terpihah dari Ortu?

Tasya Kamila Curhat Arrasya Belum Mau Bobo Sendiri, Memang Berapa Usia Ideal Anak Tidur Terpihah dari Ortu?

Health | Selasa, 30 Agustus 2022 | 13:05 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×