Peringati Hari Jantung Sedunia, Eka Hospital Hadirkan Layanan Tindakan Jantung

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Sabtu, 24 September 2022 | 10:19 WIB
Peringati Hari Jantung Sedunia, Eka Hospital Hadirkan Layanan Tindakan Jantung
Eka Hospital menghadirkan layanan tindakan jantung. (Dok: Eka Hospital)

Suara.com - Penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit kardiovaskular ini menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia.

Sangat wajar jika penyakit jantung disebut penyakit mematikan dan berbahaya. Pasalnya jantung merupakan organ vital yang memiliki peran sangat penting.

Pada 2019, WHO mencatat adanya 17,9 juta orang yang meninggal dunia karena penyakit jantung, dengan 85% diantaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.  Tak hanya itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan juga mencatat, sebanyak 15.259 atau 1,5% individu di Indonesia terdiagnosis penyakit jantung oleh dokter, dari total 1.017.290 individu.

Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat dan salah satu bentuk upaya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit kardiovaskular, Eka Hospital Grup tengah menghadirkan MY Cardia, Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah, yang dikepalai oleh DR. Dr. Muhammad Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI.

MY Cardia merupakan Unit Layanan Jantung & Pembuluh Darah atau Unit Kardiovaskuler, yang menawarkan layanan lengkap untuk berbagai kasus gangguan jantung dan pembuluh darah. Seperti diketahui, MY Cardia merupakan satu-satunya institusi swasta pertama di Indonesia yang memberikan pelayanan Cryo Ablation di Indonesia.

Dengan ketersediaan fasilitas serta didukung oleh tim dokter, saat ini, MY Cardia Eka Hospital telah melayani sejumlah tindakan jantung seperti Bedah Pintas Koroner atau CABG (Coronary Arterial Bypass Graft Surgery), pembedahan jantung terbuka untuk pergantian dan perbaikan katup, operasi besar pada pembuluh darah aorta serta kelainan bawaan pada anak, baik yang biru (sianotik) maupun yang tidak biru (asianotik).

Menurut DR. Dr. Muhammad Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI, operasi CABG adalah tindakan untuk memperlancar aliran darah yang tersumbat pada pembuluh darah koroner yang tersumbat. Coronary Arterial Bypass Graft Surgery biasa disebut CABG atau Bedah Pintas Koroner, harus dilakukan untuk kasus jantung koroner, karena CABG merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan peredaran darah koroner ke otot- otot jantung.

Tindakan CABG sangat diperlukan apabila pasien sudah tidak bisa dipasang ring (stent) pada jantung serta sudah tidak ada cara lain untuk mengembalikan peredaran darah koroner ke otot- otot jantung.

“Presentasi risiko pada pasien CABG, yaitu di bawah 5%, kecuali jika pasien memiliki riwayat komorbid seperti gagal ginjal, diabetes atau stroke. Frekuensi kemungkinan terjadinya risiko komplikasi ada, namun angkanya tidak cukup besar,” ungkap Charmain MY Cardia tersebut.

Eka Hospital menghadirkan layanan tindakan jantung. (Dok: Eka Hospital)
Eka Hospital menghadirkan layanan tindakan jantung. (Dok: Eka Hospital)

Dijelaskan dokter Yamin bahwa operasi CABG ini biasanya memakan waktu 4 sampai 5 jam yang diukur berdasarkan mulai dari pasein masuk ke kamar operasi, kemudian dilakukan tindakan induksi oleh doker anestesi, dilanjutkan oleh dokter bedah untuk melakukan prosedur inti dari operasi bypass.

Saat prosedur sudah selesai, pasian akan di transfer ke Intensive care unit (ICU). Lama perawatan pasien pasca operasi berkisar antara 6 sampai 7 hari. Selain CABG, MY Cardia juga melayani operasi perbaikan atau penggantian katup aorta dan atau mitral.

Tak hanya itu, untuk kelainan pembesaran (aneurisma) dan robekan pembuluh darah aorta (diseksi), juga dapat dilakukan di Eka Hospital, tambah dokter Yamin.

Lain halnya dengan tindakan jantung CAG (Coronary Angiography) atau yang lebih dikenal dengan kateterisasi kantung, dokter Yamin menjelaskan bahwa CAG merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan selang kateterisasi. Dengan menggunakan alat ini dokter akan mendeteksi kondisi jantung dengan cara memasukkannya ke pembuluh darah dan mengarahkannya ke jantung.

Sedangkan PCI Jantung atau dikenal juga dengan coronary angioplasty adalah prosedur tindakan untuk membuka penyumbatan pembuluh darah arteri jantung yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah.

Penumpukan kolesterol ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar sehingga fungsi jantung menjadi terganggu dan berpotensi menyebabkan serangan jantung.  PCI dilakukan dengan memasukkan kateter yang telah dilengkapi dengan balon khusus dan stent yang diarahkan ke titik penyumbatan di dalam pembuluh darah arteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Kenali Penyakit Jantung Bawaan? Yuk Simak

Bagaimana Cara Kenali Penyakit Jantung Bawaan? Yuk Simak

| Jum'at, 23 September 2022 | 20:26 WIB

Awas, Gejala Serangan Jantung Ini Bisa Terjadi Pada Perempuan Tapi Sering Disepelekan

Awas, Gejala Serangan Jantung Ini Bisa Terjadi Pada Perempuan Tapi Sering Disepelekan

Bali | Sabtu, 24 September 2022 | 07:30 WIB

Angka Penderita Penyakit Jantung Bawaan Masih Tinggi, Ketahui Gejala Serta Cara Skriningnya

Angka Penderita Penyakit Jantung Bawaan Masih Tinggi, Ketahui Gejala Serta Cara Skriningnya

Health | Jum'at, 23 September 2022 | 19:28 WIB

Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Lampung | Jum'at, 23 September 2022 | 11:10 WIB

Dokter Ungkap Wanita Lebih Berisiko Alami Kematian Akibat Jantung Koroner, Ini Penyebabnya

Dokter Ungkap Wanita Lebih Berisiko Alami Kematian Akibat Jantung Koroner, Ini Penyebabnya

Health | Kamis, 22 September 2022 | 21:19 WIB

Angka Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia Masih Tinggi, Ketahui 6 Penyebabnya

Angka Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia Masih Tinggi, Ketahui 6 Penyebabnya

Health | Kamis, 22 September 2022 | 17:36 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB