- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.277 pada awal perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026.
- CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak bervariasi cenderung melemah akibat sentimen negatif global.
- Sentimen positif dari penguatan rupiah dan kenaikan harga komoditas diharapkan mampu menahan tekanan pada pasar domestik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan, Rabu, 12 Agustus 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 6.277.
Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG terus bertahan melonjak di level 6.286 atau naik 0,30 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,35 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp824,15 miliar serta frekuensi sebesar 140.080 kali.
Di waktu itu, terdapat 359 saham menghijau, sedangkan, 155 saham merosot. Sisanya, 449 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/56430-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- AGAR
- STAR
- IKAN
- PTSP
- ISEA
Top Loser
- BAIK
- IKBI
- GIAA
- KJEN
- ALDO
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Tekanan datang dari pelemahan bursa saham global, aksi jual investor asing yang masih berlanjut, serta penurunan harga sejumlah komoditas.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.200-6.130 dan resistance 6.335-6.405.
"Melemahnya indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing serta turunnya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar," tulis riset terbut.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah katalis positif yang dapat menahan tekanan terhadap IHSG. Kenaikan harga minyak mentah, crude palm oil (CPO), batu bara, serta penguatan nilai tukar rupiah dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Sementara itu naiknya harga minyak mentah, cpo, batubara dan terus menguatnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah.
Di tengah potensi tekanan terhadap IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk dicermati investor diantaranya:
- KLBF
- MEDC
- AADI
- ISAT
- SILO
- EMAS