Hati-hati, Asupan Gula Berlebih Bisa Berbahaya Bagi Anak, Berapa Batasan yang Tepat?

Agatha Vidya Nariswari
Hati-hati, Asupan Gula Berlebih Bisa Berbahaya Bagi Anak, Berapa Batasan yang Tepat?
Ilustrasi gula - Batas Konsumsi Gula Per Hari. (Freepik)

Asupan gula berlebih pada anak dari makanan dan minuman manis bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.

Suara.com - Dokter spesialis anak lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret dr Noor Anggrainy Retnowati, Sp, A mengatakan bahwa asupan gula berlebih pada anak dari makanan dan minuman manis bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.

Sindrom metabolik merupakan gangguan kesehatan yang secara bersamaan bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes tipe 2 dan serangan jantung.

"Asupan gula berlebihan meningkatkan risiko sindrom metabolik seperti overweight, gizi lebih, kadar kolesterol jahat dan diabetes tipe dua meningkat di kemudian hari," kata dokter yang akrab disapa Anggra pada Selasa (27/9/2022).

Ia mengingatkan kepada orang tua bahwa ada banyak jenis gula yang harus diketahui agar asupannya dapat dikendalikan.

Baca Juga: Minuman Berkadar Gula Jadi Masalah, Australia Terus Berupaya Cari Solusi

Selain gula pasir, ada pula fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa atau gula gandum, gula kristal mentah hingga sukrosa.

Sementara itu, Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatrics) mengatur asupan gula untuk anak per hari dibatasi maksimal enam sendok teh atau kurang lebih 24 gram.

Penambahan gula pada makanan dan minuman anak berusia di bawah dua tahun pun tidak dianjurkan untuk mengurangi risiko sindrom metabolik ketika anak beranjak besar.

Gula alami juga terkandung dalam buah yang menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Oleh karena itu, orang tua juga patut memperhatikan soal pemberian asupan buah untuk anak agar tidak konsumsi gula anak tidak melebihi batas.

Anggra menjelaskan AAP tidak merekomendasikan pemberian buah dalam bentuk jus untuk anak usia di bawah setahun.

Baca Juga: Pengidap Diabetes di Indonesia Mencapai 13% dari Populasi

"Anak di bawah setahun lebih baik dikasih langsung, seperti diparut atau digigit bila buahnya lunak."

Jus buah yang dibuat secara murni tanpa tambahan pemanis boleh diberikan kepada anak usia 1-3 tahun dengan batasan kurang dari 100 ml per hari, sementara anak usia 4-6 tahun boleh meminum jus buah sebanyak 110-150 ml per hari, dan anak di atas dua tahun boleh minum jus buah hingga 200 ml per hari.

Di Indonesia, ketentuan batasan asupan gula harian yang dianjurkan telah tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 di mana konsumsi gula pada orang dewasa maksimal 50 gram per hari untuk menghindari risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. [ANTARA]