Mengenal Cardiac Arrest atau Henti Jantung, Diduga Picu Ratusan Orang Tewas di Halloween Itaewon

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 31 Oktober 2022 | 13:08 WIB
Mengenal Cardiac Arrest atau Henti Jantung, Diduga Picu Ratusan Orang Tewas di Halloween Itaewon
Tragedi pesta halloween Itaewon Korea Selatan. (Foto: AFP)

Suara.com - Peristiwa naas pada perayaan Halloween Itaewon, Seoul, Korea Selatan masih hangat dibahas. Tragedi yang terjadi pada Sabtu (29/10/2022) sekitar pukul 22.00 waktu setempat itu mencatat 151 korban jiwa dan 76 korban luka.

Adapun penyebab kematian para korban pesta Halloween di Itaewon sendiri disebut karena cardiac arrest. Apa itu? Selengkapnya bisa diketahui melalui penjelasan berikut ini.

Apa Itu Cardiac Arrest?

Menyadur American Heart Association, cardiac arrest adalah nama lain dari henti jantung, di mana fungsi jantung pada seseorang secara tiba-tiba menghilang. Hal ini bahkan bisa terjadi pada mereka yang tidak didiagnosis menderita penyakit jantung. Ini juga akan berakibat fatal jika tidak segera mengambil langkah yang tepat.

Jika berhenti berdetak, maka jantung tidak akan bekerja dengan baik. Darah yang mengalir dari jantung menuju organ lainnya pun terhambat. Adapun akibat fatalnya, yakni membuat para penderita sulit bernapas normal, pingsan, hingga berhenti bernapas.

Gejala dan Penyebab

Dikarenakan termasuk penyakit yang datang secara mendadak, gejala yang dialami juga demikian. Para penderita cardiac arrest akan merasakan hal seperti, tubuh tiba-tiba ambruk, tidak bernapas, tidak ada denyut nadi, hingga hilang kesadaran.

Namun, ada beberapa kasus di mana para penderitanya mengalami gejala-gejala lain. Di antaranya, perasaan tidak nyaman pada dada, sesak napas, sensasi jantung berdegup kencang, serta tubuh yang melemah atau tidak bertenaga.

Penyebab cardiac arrest yang paling sering adalah fibrilasi ventrikel. Jantung memiliki empat ruang dan dua bagian bawah disebut dengan ventrikel. Saat fibrilasi, ventrikel akan bergetar tanpa tekendali hingga memicu perubahan irama jantung.

baca juga

Ventrikel pada akhirnya mulai memompa secara tidak teratur. Hal ini menyebabkan jumlah darah yang dibawa ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Pada sejumlah kasus, sirkulasi darah akan terhenti seutuhnya. Nah, kondisi ini bisa memicu kematian secara mendadak.

Tidak Sama dengan Serangan Jantung

Cardiac arrest dan serangan jantung rupanya berbeda. Serangan jantung sendiri disebabkan oleh penyumbatan yang menghentikan aliran darah ke jantung. Penyakit ini mengacu pada kematian jaringan otot jantung karena hilangnya suplai darah.

Sementara henti jantung disebabkan ketika sistem kelistrikan jantung tidak berfungsi. Penyebab lainnya sudah disinggung, yakni fibrilasi ventrikel. Pada kondisi ini, bilik jantung bagian bawah tiba-tiba mulai berdenyut kacau dan tidak memompa darah.

Pada serangan jantung, kematian dapat terjadi dengan cepat jika langkah yang tepat tidak segera diambil. Sedangkan henti jantung dapat diatasi jika melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dan defibrillator mengejutkan jantung yang mengembalikan irama jantung normal dalam beberapa menit.

Penanganan Cardiac Arrest

Sudah diketahui sebelumnya jika cardiac arrest bisa diatasi dengan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dan defibrillator. Namun, ada penanganan lebih lanjut yang akan dilakukan pihak rumah sakit, seperti prosedur operasi jantung agar organ ini kembali pada fungsinya serta pemberian obat-obatan khusus.

Tragedi Halloween Itaewon

Perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan berujung pilu usai lebih dari 150 orang dinyatakan meninggal dunia. Disebut bahwa korban mengalami cardiac arrest karena berdesak-desakan. Ruang gerak yang sempit membuat mereka mengalami sesak napas.

Banyaknya korban yang berjatuhan membuat para petugas kewalahan. Mereka sampai meminta bantuan warga dan pengunjung untuk membantu melakukan CPR. Di sisi lain, dua WNI turut menjadi korban atas tragedi tersebut.

Namun, Kedutaan Besar RI di Seoul, dalam kabar terbaru yang diterima Minggu (30/10/2022), mengatakan jika dua WNI itu menerima perawatan di rumah sakit setempat dan telah kembali ke kediaman mereka. 

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Tragedi Itaewon, Kekacauan Malam Halloween yang Merenggut Nyawa Aktor Lee Ji Han

7 Fakta Tragedi Itaewon, Kekacauan Malam Halloween yang Merenggut Nyawa Aktor Lee Ji Han

Entertainment | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:56 WIB

Fakta-fakta Distrik Itaewon, Lokasi Tragedi Halloween Maut Dipenuhi Tempat Hiburan Malam

Fakta-fakta Distrik Itaewon, Lokasi Tragedi Halloween Maut Dipenuhi Tempat Hiburan Malam

Lifestyle | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:52 WIB

WNI Saksi Tragedi Halloween Itaewon: Tragis,Ini Halloween Pertama dan Terakhir Aku

WNI Saksi Tragedi Halloween Itaewon: Tragis,Ini Halloween Pertama dan Terakhir Aku

Cianjur | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:13 WIB

Mengenaskan, Lee Jihan Artis Iklan Kopi Indonesia Asal Korea Selatan Jadi Korban dalam Tragedi Halloween Itaewon

Mengenaskan, Lee Jihan Artis Iklan Kopi Indonesia Asal Korea Selatan Jadi Korban dalam Tragedi Halloween Itaewon

Tasikmalaya | Senin, 31 Oktober 2022 | 11:35 WIB

Kronologi dan Penyebab Hilangnya Ratusan Nyawa pada Perayaan Halloween Itaewon, Korsel

Kronologi dan Penyebab Hilangnya Ratusan Nyawa pada Perayaan Halloween Itaewon, Korsel

Cianjur | Senin, 31 Oktober 2022 | 11:36 WIB

Terkini

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

×