Sudah Pernah Terinfeksi, Masih Efektifkah Vaksin DBD Diberikan?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 27 Juli 2023 | 12:53 WIB
Sudah Pernah Terinfeksi, Masih Efektifkah Vaksin DBD Diberikan?
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)

Suara.com - Demam berdarah Dengue atau dikenal dengan DBD masih jadi penyakit mematikan yang mengancam banyak jiwa, terutama anak-anak.

Data DBD di Indonesia mencapai 121.000 per tahunnya dan 75% kasus demam berdarah terjadi di rentan usia 5 hingga usia 44 tahun dengan anak beresiko lebih terkena kasus 'Dengue' berat.

Dalam keterangannya, Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr. Theresia Santi Sp.A., pada edukasinya  ketika seseorang pernah terinfeksi virus dengue, kemudian mendapatkan vaksin DBD, maka ketika ia terinfeksi virus, kecil kemungkinannya untuk mengalami penyakit demam berdarah yang parah.

"Akan tetapi, jika seseorang yang belum pernah terinfeksi virus DBD namun telah mendapatkan vaksin DBD, maka ia akan melewatkan infeksi alami pertama dan memiliki risiko tinggi mengalami infeksi demam berdarah yang parah, seperti kebocoran plasma", tutur Theresia Santi.

Nyamuk dbd (Pexels/Ravi Kant)
Nyamuk dbd (Pexels/Ravi Kant)

Pada dasarnya, pemberian vaksin lebih difokuskan untuk seseorang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus dengue. Soalnya, fungsi vaksin DBD sendiri adalah untuk mengurangi risiko keparahan dari gejala DBD yang akan dialaminya kelak.

“Jika diberikan pada anak yang belum pernah terinfeksi virus dengue, justru akan membuat anak terinfeksi berat,” ungkap Theresia Santi menjelaskan.

Menurut dokter Theresia, selain pemberian imunisasi yang merupakan hak kesehatan primer anak, Vaksinasi menyelamatkan lebih dari lima nyawa setiap menit dan mencegah kematian 2-3 juta orang setiap tahunnya.

Adapun infeksi virus 'Dengue' demam berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk "Aedes aegypty" yang terdapat 4 ( empat) jenis DENGUE, yaitu tipe 1, 2, 3 dan 4.

Pada dasarnya, pemberian vaksin demam berdarah tergolong aman dan bisa ditoleransi dengan baik. "Asalkan diberikan pada seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi demam berdarah", imbuh dr. Theresia Santi, Sp.A.

baca juga

Namun seperti vaksin pada umumnya, terdapat efek samping vaksin demam berdarah yang akan muncul, seperti nyeri di lokasi suntikan, sakit kepala, serta timbulnya demam berskala ringan pun sedang.

Adapun akan gejala DBD umumnya adalah timbulnya rasa nyeri di belakang mata, nyeri pada otot, tulang dan sendi serta sakit kepala pun adanya ruan aray bercak merah dan mengalami muntah diiringi demam tinggi.

"Namun perlu pula diingat bahwa umumnya di hari ke tiga gejala DBD, rasa demam justru akan turun, gejala seperti muntah dan air urine berwarna gelap, serta badan mebnjadi lemas dan lainnya akan menjadi "penanda" untuk segera membawa anak atau pasien mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit", ungkap Theresia mengingatkan dihadapan puluhan peserta yang mengikuti edukasinya.

Dan juga perlu dipahami bahwasannya, dalam tatalaksana pasien positif DBD, belum ada pengobatan atau antivirus khusus Dengue maupun severe Dengue, mengutip pernyataan WHO.

Vaksinasi atau Imunisasi DBD menjadi "jawaban" beberapa tahun terakhir ini dan telah melalui uji klinis fase 3, dengan lebih dari 20.000 orang di 8 negara endemis DBD. Pada Agustus 2022, izin BPOM untuk diberikan pada rentan usia 6 hingga usia 45 tahun di Indonesia. Dengan Efektifitas mencegah lebih dari 80% Kasus DBD dan mencegah serta 'membantu' lebih dari 95% kasus DBD berat yang dirawat di rumah sakit.

"Berkorelasi akan hal itu, kami di Siloam Hospitals Lippo Cikarang turut melayani pemberian imunisasi vaksin "Qdenga" untuk usia 6-45 tahun", tutur Theresia Santi.

Dokter Spesialis Anak di Siloam Hospital Cikarang, dr. Theresia Santi Sp.A., yang jadwal prakteknya dapat dilihat di aplikasi MySiloam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Warteg Lakukan Sejumlah Langkah Preventif Kasus DBD

Komunitas Warteg Lakukan Sejumlah Langkah Preventif Kasus DBD

Bisnis | Senin, 17 Juli 2023 | 13:46 WIB

Angka Kasus DBD di Indonesia Masih Tinggi, Begini Cara Edukasi Anak Agar Terhindar

Angka Kasus DBD di Indonesia Masih Tinggi, Begini Cara Edukasi Anak Agar Terhindar

Health | Rabu, 12 Juli 2023 | 16:02 WIB

Mengenal Bakteri Wolbachia, Teknologi Anyar yang Terbukti Ilmiah Bisa Cegah Demam Berdarah Dengue

Mengenal Bakteri Wolbachia, Teknologi Anyar yang Terbukti Ilmiah Bisa Cegah Demam Berdarah Dengue

Health | Kamis, 15 Juni 2023 | 15:38 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×