Studi: 7 dari 7 dari 10 Rumah Tangga di Indonesia Konsumsi Air Tercemar, Dampaknya Bahaya

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 08 Agustus 2023 | 13:30 WIB
Studi: 7 dari 7 dari 10 Rumah Tangga di Indonesia Konsumsi Air Tercemar, Dampaknya Bahaya
Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)

Suara.com - Kondisi kualitas air di Indonesia masih memprihatinkan.  Dari hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) yang dilakukan Kemenkes 2020, ditemukan kalau 7 dari 10 rumah tangga masih mengonsumsi air minum yang terkontaminasi e-coli.

Bahkan, diketahui hanya 11,9 persen rumah tangga yang memiliki akses air bersih yang aman dikonsumsi. Sementara data BPS (2019) menemukan, 10 dari 34 provinsi di Indonesia masih memiliki kualitas air yang kurang baik karena adanya pencemaran.

ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)

Padahal, dengan mengonsumsi air yang tercemar sendiri bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Profesor Mikrobiologi Pangan Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr. Ratih Dewanti Hariyadi mengatakan, mengonsumsi air yang tercemar akan memengaruhi produktivitas seseorang.

“Mengonsumsi air minum dengan kualitas yang tidak baik dapat memberikan dampak jangka panjang maupun pendek. Mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri ataupun virus dapat menyebabkan berbagai penyakit hingga menurunkan produktivitas,” jelas Prof. Ratih dalam rilis ‘Tidak Semua Air Sama’ dari Danone yang diterima Suara.com, Senin (7/8/2023).

Penting untuk diketahui, mengonsumsi air minum yang tercemar dapat memberikan berbagai dampak negatif di antaranya:

Air minum yang tercemar bakteri dan kotoran manusia (e-coli dan koli form) dapat menyebabkan diare. Bahkan, hal ini juga yang menjadi penyebab kematian pada balita.

Cemaran seperti logam berat timbal pada air bisa menyebabkan gangguan pada kehamilan. Hal ini bisa membuat bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, konsumsi air yang tercemar logam berat juga sebabkan gangguan perkembangan saraf pada janin dan anak. Tidak hanya itu konsumsi air tercemar juga bisa sebabkan gangguan ginjal dan masalah pencernaan.

Sementara itu, sumber air yang digunakan masyarakat Indonesia juga beragam mulai dari air dalam kemasan (11 persen), ledeng (13,1 persen), sumur pompa (14,1 persen), sumur terlindungi (16 persen), hingga air isi ulang (31,1 persen).

Lantas bagaimana cara mengetahui air minum yang layak konsumsi? Berdasarkan Permenkes No. 492 tahun 2010, Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum dikatakan, air yang dikonsumsi masyarakat wajib memenuhi 4 kriteria di antaranya:

baca juga
  • Tidak berbau
  • Tidak berasa
  • Tidak berwarna
  • Hingga bebas dari kontaminan

Oleh sebab itu, masyarakat harus bisa sadar untuk mengetahui berbagai ciri air yang layak dikonsumsi. Prof. Ratih menuturkan, alasan pentingnya mengonsumsi air kualitas baik ini karena akan berpengaruh pada kesehatan di masa depan.

“Tubuh manusia ini terdiri atas 60 sampai 70 persen air, sehingga sangat penting untuk mengonsumsi air dengan kualitas baik sebagai investasi kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Didesak Setop PSN di Air Bangis Sumbar Buntut Aksi Represif Aparat ke Warga

Pemerintah Didesak Setop PSN di Air Bangis Sumbar Buntut Aksi Represif Aparat ke Warga

News | Selasa, 08 Agustus 2023 | 10:33 WIB

Duduk Perkara Kisruh Masyarakat Air Bangis dengan Pemerintah

Duduk Perkara Kisruh Masyarakat Air Bangis dengan Pemerintah

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 15:08 WIB

Didemo Warga, Ini Fakta-fakta di Balik Proyek Strategis Nasional Air Bangis

Didemo Warga, Ini Fakta-fakta di Balik Proyek Strategis Nasional Air Bangis

News | Senin, 07 Agustus 2023 | 14:55 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×