Rafathar Ditonjok Temannya di Sekolah, Sudah Tepatkah Cara Raffi Ahmad Mengajarkan Sang Anak Untuk Melindungi Diri?

Dinda Rachmawati

Senin, 04 September 2023 | 17:55 WIB
Rafathar Ditonjok Temannya di Sekolah, Sudah Tepatkah Cara Raffi Ahmad Mengajarkan Sang Anak Untuk Melindungi Diri?
Raffi Ahmad dan Rafathar (Instagram/@raffinagita1717)

Suara.com - Raffi Ahmad baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan tentang putra sulungnya Raftahar Malik Ahmad. Rupanya, bocah berusia 8 tahun tersebut pernah ditonjok teman sekolahnya. 

Raffi Ahmad pun mengatakan perbedaan antara dirinya dan Nagita Slavina menghadapi masalah ini. Saat mendengar kabar tersebut, sebagai seorang ibu, sang istri tentu merasa sedih dan langsung menangis. 

Sementara sebagai seorang ayah, Raffi Ahmad memilih untuk mengajak Rafathar berkomunikasi mengenai kejadian yang sebenarnya. Hal ini diceritakan oleh pria 36 tahun itu saat berbincang dengan Wendi Cagur di kanal YouTube WOY!.

"Rafathar kemarin ditonjok sama temennya di sekolah, gue langsung dapet email. Kalau Gigi kan langsung nangis, itu part gue (sebagai ayah) masuk. Dulu gue sama bokap gue juga jarang ketemu, tapi ada hal-hal tentang hidup yang sebagai bapak harus turun," ujar Raffi Ahmad dikutip pada Senin (3/9/2023).

Setelah mendapatkan penjelasan dari Rafathar, Raffi Ahmad lantas memberikan nasihat untuk putranya agar membela diri, yang mungkin akan berguna untuk sang putra di masa depan. 

"Jadi pas kemarin Rafathar habis dipukul, gue cari momen ajak ngobrol, 'A kenapa gini, enggak pa, gini gini gini'," tutur presenter asal Bandung itu.

Menurut Raffi Ahmad, jika memang hatus memukul balik, hal tersebut diperbolehkan karena untuk melindungi diri sendiri. Namun ia memperingatkan kakak Rayyanza itu untuk tidak boleh memulai menyakiti orang lain lebih dulu.

"Akhirnya gue masukin (kasih nasihat) ke dia, 'Rafathar, Rafathar nggak boleh pukul orang. Tapi kalau ada orang yang pukul Rafathar, Rafathar harus bertahan, dan Rafathar harus membela diri Rafathar. Kalau memang harus pukul balik, serang balik nggak papa. Intinya kamu nggak boleh diinjek-injek dan kamu tidak boleh diintimidasi sama orang. Apalagi kalau kamu nggak salah'," imbuhnya.

Tepatkah Mengajarkan Anak Membalas Saat Dipukul Temannya?

baca juga
Potret Ulang Tahun Rafathar (Instagram/@raffinagita1717)
Potret Ulang Tahun Rafathar (Instagram/@raffinagita1717)

Lantas, sudah tepatkah yang dilakukan Raffi Ahmad? Psikolog yang juga seorang pendidik, Najelaa Shihab justru mengatakan jika mengajarkan anak untuk membalas saat disakiti atau dirundung temannya bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan.

"Mungkin orang tua sering kali sedih dan khawatir saat anaknya menjadi korban perundungan, jadi yang paling mudah dan dianggap aman oleh orang tua adalah mengajarkan untuk membalas. Hal ini sebenarnya tidak dibenarkan, karena ada hal lain yang bisa diajarkan kepada anak selain dengan membalas," tutur Najelaa dalam video yang diunggah di Instagram Najelaashihab seperti dikutip NU Online, Senin (4/9/2023).

Putri dari Prof Quraish Shihab itu juga menuturkan bahwa orang tua dan guru sering tidak tahu bahwa anak yang membalas kekerasan akan menjadi korban berikutnya dalam waktu yang tepat. Jadi membalas kekerasan dengan kekerasan pula tidak pernah menyelesaikan masalah. Justru meningkatkan eskalasi masalah dan lingkaran kekerasan di sekolah maupun di lingkungan teman sebayanya. 

"Saya juga paham bahwa tujuan utamanya adalah ingin anak bisa membela diri karena itu ketika anak dipukul ada teknik utama yang bisa dikuasai anak yaitu melindungi dirinya untuk berkata tidak, menutupi tubuh dengan gerakan aman, dan berjalan atau berlari meninggalkan tempat masalah," imbuhnya.

Ia menambahkan, menolak untuk terlibat dalam konflik dan agresivitas adalah keterampilan yang sangat penting untuk diajarkan sejak dini, itu termasuk kekuatan untuk tidak meladeni orang yang sedang melakukan agresi kepada kita baik yang bersifat verbal maupun fisikal.

Kemudian menurutnya anak juga perlu punya kemampuan mengadu masalah konfliknya kepada orang dewasa yang ada di sekelilingnya atau pun teman sebayanya. 

Ini perlu berhati-hati karena banyak anak yang tidak memiliki hubungan cukup dekat dengan teman lainnya, atau tidak memiliki lingkungan orang dewasa yang dipercaya dan membuatnya merasa aman untuk mengadukan masalahnya.

"Berhenti mengatakan balas saja karena itu solusi yang seolah-olah instan tapi tidak membuat anak kita memiliki kemampuan untuk menghadapi perundungan dan meresolusi konflik," kata Najelaa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nagita Slavina Idamkan Anak Ketiga Bershio Naga, Ternyata Ini Alasannya

Nagita Slavina Idamkan Anak Ketiga Bershio Naga, Ternyata Ini Alasannya

Your Say | Senin, 04 September 2023 | 07:25 WIB

Larissa Chou dan Ikram Rosadi Resmi Menikah, Mayang Minta Maaf

Larissa Chou dan Ikram Rosadi Resmi Menikah, Mayang Minta Maaf

Entertainment | Senin, 04 September 2023 | 00:05 WIB

BBB Kembali Manggung bareng Melly Goeslaw, Outfit Raffi Ahmad Disebut Paling Hebring

BBB Kembali Manggung bareng Melly Goeslaw, Outfit Raffi Ahmad Disebut Paling Hebring

Lifestyle | Minggu, 03 September 2023 | 14:34 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB