Waspada Saraf Kejepit, Ini Cara Duduk yang Benar untuk Bekerja Seharian

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 08 November 2023 | 08:47 WIB
Waspada Saraf Kejepit, Ini Cara Duduk yang Benar untuk Bekerja Seharian
Ilustrasi gejala awal ketika mengalami saraf kejepit. (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)

Suara.com - Dokter ortopedi menegaskan pentingnya tahu cara duduk yang benar cegah saraf kejepit alias HNP (Hernia Nucleus Pulposus). Apalagi duduk seharian bisa berbahaya untuk postur tubuh loh.

Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD & Pekanbaru, dr. Syafrudin, Sp.OT (K) Spine menjelaskan duduk seharian memberikan tekanan pada tulang belakang yang lebih banyak dibanding berdiri.

"Pada saat tubuh duduk dalam waktu yang lama, ditambah jika Anda juga memiliki postur tubuh yang buruk makan ini akan meningkatkan risiko untuk mengalami saraf kejepit yang bisa menurunkan kualitas hidup seseorang," papar dr. Syafrudin melalui rilis Eka Hospital Group yang diterima suara.com, Selasa (7/11/2023).

Sementara itu posisi duduk yang benar, bisa menghindari risiko mengalami gangguan kesehatan yang bisa saja terjadi dari memburuknya postur tubuh. Berikut ini cara duduk yang benar cegah saraf kejepit yang perlu diperhatikan.

1. Atur Pandangan

Ilustrasi gambar saraf kejepit. (freepik)
Ilustrasi gambar saraf kejepit. (freepik)

Arah pandangan Anda pada saat duduk dapat mempengaruhi postur tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh akan mengikuti arah pandangan pada saat bekerja.

Jika terbiasa untuk bekerja dengan posisi menghadap miring, ini akan membuat postur tubuh juga ikut miring dan dapat merusak postur.

"Posisikan media kerja Anda lurus berhadapan dengan tubuh Anda, atur jarak layar jika Anda menggunakan komputer sebanyak 45 hingga 70 cm untuk mengurangi risiko untuk tubuh menjadi bungkuk, dan pastikan posisi tubuh Anda tegak 90 derajat pada saat duduk," jelas dr. Syafrudin.

2. Pakai Kursi Ergonomis

Penggunaan kursi juga dapat menentukan postur tubuh. Hindari penggunaan kursi plastik tanpa sandaran atau kursi kayu saat bekerja, karena desainnya yang tidak cocok untuk digunakan saat bekerja.

Sebaiknya gunakan kursi ergonomis yang memang dirancang untuk melakukan pekerjaan saat duduk. Selain didesain untuk menentukan postur tubuh tetap baik, kursi tersebut juga dilengkapi dengan penyandang punggung serta leher yang dapat meningkatkan kenyamanan.

3. Jangan Duduk Terlalu Lama

Kebiasaan duduk lama terjadi ketika sudah terlalu sering melakukan pekerjaan selama berjam-jam, padahal kebiasaan tersebut merupakan hal yang tidak baik untuk dianggap normal.

"Cobalah untuk berdiri dan berjalan-jalan setiap 2 jam sekali. Anda bisa menyenangkan waktu untuk berjalan beberapa menit atau melakukan stretching di kursi, saat otot terasa pegal selama duduk," pungkas dr. Syafrudin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Duduk Seharian Bisa Sebabkan Saraf Kejepit: Kenali Tanda-tandanya

Waduh! Duduk Seharian Bisa Sebabkan Saraf Kejepit: Kenali Tanda-tandanya

Health | Selasa, 07 November 2023 | 19:14 WIB

Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil? Waspada Saraf Kejepit

Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil? Waspada Saraf Kejepit

Health | Selasa, 24 Oktober 2023 | 21:23 WIB

Apa Itu Duduk Vincent? Viral Emak-Emak Ngamuk di KRL Karena Duduk Menyilang

Apa Itu Duduk Vincent? Viral Emak-Emak Ngamuk di KRL Karena Duduk Menyilang

Lifestyle | Selasa, 24 Oktober 2023 | 20:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB