Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Diklaim Tekan Penyebaran DBD Tapi Tuai Pro Kontra

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 19 November 2023 | 16:32 WIB
Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Diklaim Tekan Penyebaran DBD Tapi Tuai Pro Kontra
Ilustrasi Nyamuk (unsplash/erick karrit)

Nyamuk Wolbachia tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Nyamuk tersebut disebut-sebut bisa mengatasi masalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Namun, penyebaran nyamuk Wolbachia ini ternyata menimbulkan pro dan kontra.

Wirang Birama baru-baru ini mengejutkan masyarakat dengan firasatnya tentang wabah baru yang justru berkaitan dengan nyamuk.

Melalui akun sosial medianya, Wirang Birawa yang juga dikenal sebagai Master Firasat ini mengungkap bahwa kemungkinan akan ada pandemi besar dengan pola mirip pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Salah satunya diduga disebabkan oleh nyamuk.

Adapun firasat tentang nyamuk menjadi penyebab wabah ini kemudian dikaitkan dengan nyamuk Wolbachia yang gencar disosialisasikan oleh pemerintah untuk menangani DBD.

Inovasi nyamuk Wolbachia ini dinyatakan berhasil di Yogyakarta dan mulai diterapkan di lima kota yang ada di Indonesia, di antaranya Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.

Lantas, apa itu nyamuk Wolbachia?

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Wolbachia merupakan jenis bakteri yang bisa tumbuh dan hidup alami di dalam tubuh serangga seperti nyamuk. Bakteri tersebut dianggap bisa melumpuhkan virus dengue pada nyamuk aedes aegypti sehingga tidak akan menularkan penyakit DBD pada manusia.

Jika ada nyamuk aedes aegypti jantan yang mengandung bakteri Wolbachia kawin dengan aedes aegypti betina, maka virus dengue yang ada di nyamuk betina akan diblok. Begitu berlaku sebaliknya, apabila ada aedes aegypti betina yang mengandung Wolbachia kawin dengan pejantan tanpa Wolbachia, maka nyamuk betina tersebut tetap akan menghasilkan telur-telur nyamuk Wolbachia.

Oleh karenanya, pemerintah berharap nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia ini bisa mengurangi atau bahkan membasmi populasi nyamuk penyebab DBD di Indonesia.

baca juga

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah pun menyusun program dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam telur nyamuk aedes aegypti. Telur-telur nyamuk ini kemudian akan disebar di beberapa wilayah dengan harapan bisa menurunkan angka kasus DBD di masyarakat.

Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan, efektivitas nyamuk Wolbachia ini telah diteliti di Yogyakarta sejak tahun 2011 silam.

Uji coba nyamuk Wolbachia juga sudah dilaksanakan di tahun 2022 lalu di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Uji coba tersebut memberikan hasil yang positif karena terbukti bisa menekan kasus DBD sampai 77% di kedua wilayah tersebut.

Di sisi lain, inovasi Wolbachia ini tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Teknologi nyamuk Wolbachia juga sudah diterapkan di beberapa negara seperti Sri Lanka, Brasil, Australia, sampai dengan Meksiko.

Pro Kontra Nyamuk Wolbachia

Inovasi terkait dengan nyamuk Wolbachia yang dianggap bisa menurunkan angka kasus DBD ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada kekhawatiran tersendiri tentang nyamuk Wolbachia yang mungkin akan menyebabkan permasalahan baru.

Sampai kini, masih belum dipastikan apakah nyamuk Wolbachia mampu menyebabkan pandemi seperti Covid-19 pada 2020 lalu. Terlebih inovasi nyamuk Wolbachia di Indonesia masih di tahap awal karena baru disosialisasikan oleh pemerintah dan masih belum disebar ke banyak daerah.

Hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat saat ini, yaitu benar-benar menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Tak hanya itu, masyarakat juga harus memastikan untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan menerapkan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan mencegah perkembangbiakan nyamuk).

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Mampu Tekan DBD Sebesar 87 Persen, Sudinkes Jakbar Bakal Sebar Nyamuk Wolbachia

Dianggap Mampu Tekan DBD Sebesar 87 Persen, Sudinkes Jakbar Bakal Sebar Nyamuk Wolbachia

News | Sabtu, 18 November 2023 | 01:10 WIB

Nyamuk Billa Gates Dinilai Dapat Sebabkan Pandemi Hingga Ubah Genetik Jadi LGBT, Prof Zubairi Djoerban Bagikan Faktanya

Nyamuk Billa Gates Dinilai Dapat Sebabkan Pandemi Hingga Ubah Genetik Jadi LGBT, Prof Zubairi Djoerban Bagikan Faktanya

Health | Jum'at, 17 November 2023 | 15:09 WIB

Serba-serbi Nyamuk Wolbachia yang Bakal Disebar di Denpasar, Solusi Atasi DBD

Serba-serbi Nyamuk Wolbachia yang Bakal Disebar di Denpasar, Solusi Atasi DBD

Health | Rabu, 15 November 2023 | 18:21 WIB

6 Pilar Transformasi Kesehatan Jadi Fokus Kemenkes Pada Hari Kesehatan Nasional 2023, Apa Aja Sih?

6 Pilar Transformasi Kesehatan Jadi Fokus Kemenkes Pada Hari Kesehatan Nasional 2023, Apa Aja Sih?

Health | Senin, 13 November 2023 | 17:29 WIB

Tantangan Memberantas Dengue Makin Berat, Begini Cara Penanganannya yang Tepat

Tantangan Memberantas Dengue Makin Berat, Begini Cara Penanganannya yang Tepat

Health | Senin, 13 November 2023 | 18:22 WIB

Terkini

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:25 WIB

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:24 WIB

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:10 WIB

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×