Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB

Liberty Jemadu

Selasa, 29 September 2026 | 18:32 WIB
Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Impor nikel dari Filipina melonjak 82 persen di Januari - Juli 2026 akibat penurunan produksi dalam negeri. [Antara]
baca 10 detik
  • Impor nikel Indonesia dari Filipina melonjak setelah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memangkas kuota produksi nikel nasional lewat RKAB.
  • Impor nikel dari Filipina melonjak 82 persen di Januari - Juli 2026 akibat penurunan produksi dalam negeri.
  • Pemangkasan kuota produksi memicu kekurangan pasokan bagi 80 smelter Indonesia yang berkapasitas pengolahan 315 juta ton.

Suara.com - Indonesia kini mengimpor nikel dari Filipina setelah pemerintah Presiden Prabowo Subianto memperketat kuota produksi nikel di Tanah Air lewat pemangkasan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan-perusahaan tambang nikel.

Hal ini ironis, karena Indonesia merupakan raja nikel dunia, yang menguasai lebih dari separuh cadangan global.

Menurut data Badan Pusat Statistik, impor nikel dari Filipina meningkat 50 persen pada 2025 menjadi 15,3 juta ton. Pada tujuh bulan pertama tahun ini impor nikel dari Filipina sudah mencapai 11,4 juta ton, naik 82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Industri pengolahan nikel Indonesia sudah berkembang pesat, tapi ketersediaan bijih nikel mereka berubah. Filipina berada di posisi geografis yang tepat untuk mengisi pasar ini," kata asosiasi industri nikel Filipina dilansir dari Nikkei Asia, Selasa (29/9/2026).

Menurut data Badan Energi Dunia (IEA), Indonesia diperkirakan memiliki cadangan hingga 2,6 juta ton bijih nikel atau sekitar 62,7 persen cadangan dunia dan 1,6 juta ton nikel murni atau sekitar 45,1 persen cadangan dunia.

Tapi pada tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan untuk memangkas kuota produksi nikel nasional dari 379 juta ton di 2025 menjadi 270 saja. Pemangkasan ini bertujuan untuk menaikkan harga nikel dan menjaga cadangan nasional.

Di sisi lain menurut Asosiasi Penambang Nikel Indonesia atau APNI, kapasitas pengolahan nikel dari 80 smelter di Indonesia mencapai 315 juta ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:23 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:54 WIB

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:23 WIB

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:20 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:19 WIB

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:17 WIB

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Health | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

×